Jakarta, ERANASIONAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih maraknya praktik penyelundupan di Indonesia.
Ia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pengusutan terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sekaligus mempertanyakan kinerja Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam mengawasi wilayah perairan Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan para wakil rakyat, Jumat (14/8/2026).
“Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga. Bakamla, tugasmu jaga itu penyelundupan. Kenapa masih banyak penyelundupan di situ?” ujar Prabowo.
Sorotan tersebut disampaikan dalam rangka membahas penertiban sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung yang dilakukan pada akhir tahun lalu.
Prabowo juga meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut keberadaan ribuan tambang ilegal tersebut.
Ia mempertanyakan bagaimana aktivitas tambang dalam jumlah besar bisa berlangsung tanpa diketahui oleh aparat yang memiliki kewenangan pengawasan dan penindakan.
“Masa 1.000 tambang, pejabat TNI dan pejabat Polri enggak tahu?” kata Prabowo.
Menurutnya, pemberian pangkat maupun jabatan kepada pejabat TNI dan Polri harus diiringi dengan tanggung jawab untuk memastikan anak buah menjalankan tugas sesuai aturan.
Prabowo menekankan pentingnya keberanian para komandan dalam menindak anggota yang melakukan pelanggaran.
Penertiban, kata dia, harus tetap dilakukan meski pelanggaran melibatkan orang yang dekat, disayangi, atau baru saja memperoleh kenaikan pangkat.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus mengutamakan kepentingan masyarakat luas, bukan didasarkan pada hubungan pribadi maupun perasaan terhadap pihak tertentu.
Prabowo mengatakan upaya penegakan hukum dan pemberantasan penyimpangan diperlukan untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap keadilan.
Menurut dia, masyarakat saat ini semakin kritis karena memiliki akses luas terhadap informasi melalui perangkat digital.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyinggung kinerja keuangan PT Timah. Ia menyebut perusahaan tersebut mencatat laba sebesar Rp2,7 triliun pada semester I 2026.
Angka tersebut disebut meningkat sekitar sembilan kali lipat dibandingkan keuntungan PT Timah pada periode yang sama tahun sebelumnya. []






Komentar (0)