Sejumlah warga Kalurahan Donoharjo, Sleman, merasakan kemudahan saat mengikuti pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Proses yang sebelumnya membutuhkan sejumlah dokumen dan fotokopi disebut kini lebih ringkas dan dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
Salah satu warga, Hermi, mengatakan dirinya pernah menerima bantuan sosial sebelum adanya Perlinsos Digital. Dia kemudian membandingkan proses pengurusan bantuan yang pernah dijalaninya dengan sistem yang diterapkan saat ini.
"Kalau dulu itu masih ribet, banyak yang harus dibawa, dokumen-dokumennya. Kalau sekarang lebih ringkas, ya. Untuk datanya juga masih, enggak sampai lima menit sudah selesai untuk Perlinsosnya," kata Hermi saat menceritakan testimoninya di Kantor Kalurahan Donoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/8).
Menurutnya, data yang digunakan dalam proses Perlinsos Digital juga akurat.
"Untuk data juga tetap akurat. Dari yang dulu belum pakai Perlinsos sama sekarang, untuk datanya tetap akurat," ujar Hermi.
Dalam program tersebut, masyarakat tidak hanya melakukan pendaftaran Perlinsos, tetapi juga dapat melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Warga lainnya, Yeni Wijayanti, mengatakan proses pendaftaran yang diikutinya dilakukan melalui layanan jemput bola. Dia memperoleh informasi mengenai layanan tersebut dari grup RT.
"Saya info dari grup RT," kata Yeni.
Yeni mengatakan informasi yang diterimanya adalah mengenai layanan jemput bola untuk aktivasi IKD dan pendaftaran Perlinsos.
"Ya, itu ada jemput bola sertifikasi itu IKD sama Perlinsos, tuh," ujarnya.
Dalam proses tersebut, dirinya diminta menyiapkan KTP, melakukan aktivasi IKD melalui telepon seluler, kemudian melanjutkan proses pendaftaran Perlinsos.
"Cuma ini KTP, terus suruh mo—apa itu, mo—membuka ini loh, apa itu, mem-aplikasi di Play Store itu IKD-nya. Habis selesai itu, pindah ke Perlinsos. Heeh, Perlinsos itu. Terus selesai, minta ini, kode apa itu? Listrik. Nah, itu aja," kata Yeni.
Dia mengungkap tidak mengalami kendala berarti selama mengikuti proses tersebut. Menurutnya, proses pelayanan setelah dirinya mendapatkan giliran juga berlangsung singkat. Dia hanya perlu mengikuti tahapan verifikasi wajah dan mendapatkan PIN untuk IKD sebelum melanjutkan ke Perlinsos.
"Nggak ada. Lancar, alhamdulillah, ya," ujarnya.
"Udah nanti di sini minta tolong sama petugas itu untuk me-ini, tinggal kita foto wajah, terus dikasih nomor ini apa itu, Mas? PIN, PIN IKD. Terus habis itu kita ke Perlinsos. Nanti juga difoto, udah selesai," Yeni menambahkan.
Sementara itu, warga lainnya, Wiwin Septiarni, juga mengikuti aktivasi IKD dan pendaftaran Perlinsos Digital. Namun, saat melakukan pendaftaran Perlinsos dia mengalami kendala.
"Yang IKD lancar, cuma yang Perlinsos itu terkendala di Densilnya belum ada," kata Wiwin.
Sebelumnya, Wiwin pernah menggunakan layanan pemerintah berbasis digital melalui Mobile JKN yang menurutnya dulu lebih mudah. Namun prosesnya tetap membutuhkan waktu yang lama karena membutuhkan sejumlah dokumen dan berkas fotokopi.
"Lebih mudah yang dulu, tapi ya ribet, harus fotokopi sana-sini. Fotokopi berkas ini, KTP, Kartu Keluarga," kata Wiwin.
Dia kemudian menjelaskan kendala yang dirasakan ketika sistem digunakan. "Kadang di-loadingnya itu lama gitu," ujarnya.






Komentar (0)