JAKARTA, DISWAY.ID-- Keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada konektivitas yang kuat. Pemerataan jaringan yang andal di seluruh penjuru Nusantara menjadi kunci akselerasi digital yang dibutuhkan berbagai industri sebagai penggerak ekonomi nasional.
Sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memiliki kapabilitas kuat di bidang telekomunikasi dan digital untuk mendukung kebutuhan transformasi di berbagai sektor.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Hemat Anggaran Negara Rp50 Triliun
Dengan Telkom Enterprise, kapabilitas tersebut diwujudkan melalui beragam solusi digital yang menjawab kebutuhan pemerintahan, BUMN, hingga dunia usaha dalam menjalankan transformasi.
Demikian disampaikan oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro, dalam agenda diskusi strategis mengenai arah pengembangan bisnis Telkom Enterprise, beberapa waktu lalu.
Selaras dengan transformasi yang sedang dijalankan Telkom melalui strategi TLKM 30, Telkom Enterprise juga melakukan restrukturisasi sebagai upaya pembenahan organisasi, penguatan tata kelola, dan penyederhanaan proses bisnis agar semakin efektif, efisien, serta berorientasi pada kebutuhan pasar di segmen B2B.
BACA JUGA:5 Konser Gratis di Jabodetabek Spesial HUT RI 14-16 Agustus 2026, Ada RAN, D'Masiv hingga tipe-X
Inisiatif ini menjadi bagian dari sinergi Telkom bersama Danantara untuk menjawab tantangan baru yang membutuhkan kapabilitas digital nasional yang semakin kuat.
Penataan Telkom Enterprise juga menjadi langkah strategis untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi digital yang mampu mendukung kebutuhan teknologi masa depan.
“Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty. Telkom siap mengambil peran strategis tersebut melalui penguatan konektivitas dan solusi digital yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital di berbagai sektor,” ujar Veranita.
Lebih lanjut, Veranita menjelaskan bahwa berbagai solusi digital seperti AI, cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), hingga cyber security membutuhkan konektivitas yang tangguh, aman, dan berkapasitas tinggi agar dapat berjalan optimal.
BACA JUGA:Soroti Program MBG dan Kopdes, Komeng: Bagus, Cuma yang Kerjanya Aja Pada Kagak Benar
Karena itu, Telkom terus memperkuat bisnis enterprise agar mampu menghadirkan layanan digital yang terintegrasi sekaligus menjadi mitra strategis bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhan transformasi mereka.
Saat ini, kontribusi bisnis enterprise terhadap pendapatan Telkom mencapai sekitar 11% atau senilai Rp19 triliun.
Kontribusi tersebut masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan, mengingat pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global, bisnis enterprise dapat menyumbang 20%–30% atau lebih terhadap total pendapatan.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)