JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya kompetisi baik antara TNI dan Polri.
Hal ini disampaikannya ketika berpidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Kalau saya puji TNI, Kapolri agak resah. Saya puji Kapolri, TNI agak resah. Ini yang kita kehendaki. Kompetisi yang baik. Jadi mereka bersaing dalam kebaikan untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Prabowo.
Menurut mantan Menteri Pertahanan itu, kondisi yang demikian merupakan bentuk kompetisi yang sehat selama keduanya berlomba untuk menghasilkan prestasi yang lebih baik.
Baca Juga: Prabowo Minta Menkeu Usut Bea Cukai, Pertanyakan Kinerja Bakamla terkait Penyelundupan
Selain menyinggung kompetisi di antara kedua institusi tersebut, Prabowo juga meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut persoalan tambang ilegal.
Ia menyoroti 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung atau Babel yang disebut telah ditutup pemerintah pada akhir 2025.
"Masa 1.000 tambang, pejabat TNI dan pejabat Polri enggak tahu?" ucapnya.
Ia juga mempertanyakan tugas dan tanggung jawab pejabat yang diberi pangkat dan jabatan untuk menertibkan aktivitas tersebut.
Baca Juga: Prabowo Akan Tutup Ratusan BUMN Tak Produktif: Rugi Terus, Laporannya Untung, Ngarang Itu Untungnya
Dalam bagian pidato yang sama, Prabowo mengatakan pimpinan harus berani menertibkan bawahannya apabila terdapat pelanggaran.
Ia mengatakan upaya penindakan tersebut tetap harus dilakukan meski menyangkut bawahan yang telah mendapat kepercayaan dan kenaikan pangkat.
Prabowo mengatakan keputusan mengenai penindakan tersebut harus didasarkan pada kepentingan rakyat.
Mantan Pangkostrad itu juga mengingatkan, keputusan mengenai penindakan tersebut harus didasarkan pada kepentingan rakyat.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pidato prabowo
- prabowo
- prabowo subianto
- tni
- polri
- sidang mpr






Komentar (0)