Rektor Yarsi Soroti Belum Jelasnya Standar Kampus Ramah Disabilitas

liputan6.com
8 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Rektor Universitas Yarsi Ratna Sitompul menyoroti belum jelasnya standar nasional mengenai penerimaan dan pelayanan bagi penyandang disabilitas di perguruan tinggi.

Menurut Ratna, keberadaan standar nasional penting agar kampus memiliki panduan yang jelas dalam menyiapkan fasilitas maupun pelayanan bagi mahasiswa dan tenaga kependidikan penyandang disabilitas.

Advertisement

Hal tersebut disampaikan Ratna saat menghadiri Pelatihan Strategi Pelayanan Prima yang Ramah Keberagaman Individu bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Yarsi, Kamis (13/8/2026).

Ratna mengaku belum mengetahui secara pasti apakah pemerintah telah memiliki standar yang menjadi acuan perguruan tinggi dalam menerima dan memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas.

"Sebetulnya yang saya belum tahu itu adalah apakah pemerintah mempunyai standar. Mempunyai standar untuk mengatakan kita bisa menerima disabilitas. Atau diizinkan untuk menerima disabilitas," ujar Ratna di sela acara, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, Ratna mengatakan Universitas Yarsi tetap menjalankan pelayanan inklusif berdasarkan komitmen internal kampus.

Salah satu upayanya dilakukan dengan melibatkan staf pengajar penyandang disabilitas untuk memberikan masukan mengenai kebutuhan yang harus disiapkan kampus.

"Kita menyelenggarakan karena kita berkomitmen. Kita ingin salah satu dari staf pengajar kita punya disabilitas. Jadi dia tahu apa yang dia butuhkan sebetulnya. Sehingga itu yang kita sediakan. Mungkin beliau juga pasti membaca literatur, melihat ke universitas-universitas lain bagaimana itu harus diselenggarakan," tutur Ratna.

 

 

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Barcelona dan PSG dikabarkan sepakati transfer Ferran Torres
• 9 jam lalu
0
thumb
Sampah Menumpuk di TPA, Akademisi UGM Ungkap Potensi Jadi Sumber Energi
• 8 jam lalu
0
thumb
Jadwal Lengkap Persija di BRI Super League 2026/2027
• 7 jam lalu
0
thumb
Dirjen WHO: Ebola Berpotensi Menjadi Wabah Paling Mematikan dalam Sejarah 
• 4 jam lalu
0
thumb
Alasan di Balik Mundurnya Jubir yang Paling Dipercaya Trump
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.