Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dalam waktu 21 bulan pemerintah bekerja, ada sebanyak 121 kebijakan-kebijakan transformatif yang telah dijalankan di berbagai sektor untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa, terutama yang selama puluhan tahun mangkrak atau sulit diselesaikan.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh-puluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Presiden kemudian melanjutkan jajaran pembantunya di kabinet, yang membantunya di pemerintahan, bekerja keras, sampai beberapa di antara mereka ada yang jatuh sakit, dirawat di rumah sakit, dan menjalani operasi. "Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin," ujar Presiden.
Dari beberapa kebijakan transformatif yang dijalankan itu, Presiden Prabowo mengatakan beberapa kebijakan terkait swasembada pangan, termasuk mengenai penyederhanaan aturan pupuk dan harga pupuk yang saat ini jauh lebih murah.
"(Ada) 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Legislatif selesaikan 13 RUU hingga himpun 10.883 aspirasi
Baca juga: Prabowo puji kecepatan MA selesaikan perkara hingga akses digital MK
Presiden melanjutkan pada sektor energi, pemerintah untuk pertama kalinya telah mewujudkan swasembada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
"Kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa 170 triliun rupiah, sekitar 9,5 miliar dolar AS tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri," ujar Presiden.
Kemudian, Presiden juga menyatakan janji makanan bergizi telah ditunaikan oleh pemerintah, begitu pun dengan rencana-rencana hilirisasi dan bantuan-bantuan sosial yang telah dieksekusi di lapangan.
Pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI merupakan rangkaian dari peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian acara sidang tahunan itu diawali dengan pidato dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani, kemudian Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua DPR RI Puan Maharani, kemudian Pidato Kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sidang Tahunan MPR RI tahun ini dihadiri Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, dan Wakil Presiden Ke-13 Ma'ruf Amin, kemudian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan sejumlah pimpinan partai politik.
Baca juga: Prabowo: BPK selamatkan keuangan negara Rp112 triliun
Baca juga: Prabowo tegaskan empat pedoman jalankan pemerintahan saat awali pidato
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh-puluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Presiden kemudian melanjutkan jajaran pembantunya di kabinet, yang membantunya di pemerintahan, bekerja keras, sampai beberapa di antara mereka ada yang jatuh sakit, dirawat di rumah sakit, dan menjalani operasi. "Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin," ujar Presiden.
Dari beberapa kebijakan transformatif yang dijalankan itu, Presiden Prabowo mengatakan beberapa kebijakan terkait swasembada pangan, termasuk mengenai penyederhanaan aturan pupuk dan harga pupuk yang saat ini jauh lebih murah.
"(Ada) 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Legislatif selesaikan 13 RUU hingga himpun 10.883 aspirasi
Baca juga: Prabowo puji kecepatan MA selesaikan perkara hingga akses digital MK
Presiden melanjutkan pada sektor energi, pemerintah untuk pertama kalinya telah mewujudkan swasembada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
"Kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa 170 triliun rupiah, sekitar 9,5 miliar dolar AS tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri," ujar Presiden.
Kemudian, Presiden juga menyatakan janji makanan bergizi telah ditunaikan oleh pemerintah, begitu pun dengan rencana-rencana hilirisasi dan bantuan-bantuan sosial yang telah dieksekusi di lapangan.
Pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI merupakan rangkaian dari peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian acara sidang tahunan itu diawali dengan pidato dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani, kemudian Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua DPR RI Puan Maharani, kemudian Pidato Kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sidang Tahunan MPR RI tahun ini dihadiri Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, dan Wakil Presiden Ke-13 Ma'ruf Amin, kemudian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan sejumlah pimpinan partai politik.
Baca juga: Prabowo: BPK selamatkan keuangan negara Rp112 triliun
Baca juga: Prabowo tegaskan empat pedoman jalankan pemerintahan saat awali pidato






Komentar (0)