Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Berikut sejumlah fakta mengenai operasi penggerebekan yang sempat diwarnai perlawanan tersebut.
MR merupakan salah satu gembong narkoba yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus kepemilikan sabu seberat 98 kilogram pada 7 November 2025.
Penggerebekan dilakukan pada Kamis (13/8/2026) subuh. Upaya penangkapan ini mendapat perlawanan sengit dari loyalis bandar narkoba, sehingga petugas harus melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Bos narkoba beserta sejumlah loyalisnya berhasil ditangkap dalam penggerebekan tersebut.
"MR, bos narkobanya, kami tangkap saat keluar dari sarangnya. Ditangkap di sekitar Kampung Bahari juga," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Roy Hardy Siahaan saat dihubungi detikcom, Kamis (13/8/2026).
Tersangka berinisial MR ditangkap pada Kamis (13/8/2026) pagi setelah petugas melakukan pengintaian (surveillance). Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti narkotika.
"Tetapi kemudian ada perlawanan dari mereka, anggota ditembaki mercon. Kemudian kami hadang dan antisipasi, kami pukul mundur mereka," tuturnya.
Dalam rekaman video yang diperoleh detikcom, terlihat personel BNN dan Brimob tengah siaga di lokasi. Mereka mengenakan seragam lengkap dengan rompi antipeluru dan helm taktis.
Jaringan narkoba tersebut melawan dengan menembaki petugas menggunakan mercon dan petasan. Petugas membalas serangan tersebut dengan tembakan gas air mata.
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Roy Hardy Siahaan membenarkan adanya insiden perlawanan dalam penggerebekan tersebut. Penggerebekan diawali dengan pengejaran terhadap MR di kawasan Kampung Bahari.
"Awalnya kami tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kami bawa ke dalam untuk pengembangan," kata Roy saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (13/8/2026).
Petugas kemudian membawa MR ke dalam Kampung Bahari untuk menunjukkan lokasi penyimpanan barang haram miliknya. Namun, saat petugas hendak masuk, para loyalis MR langsung menyerang petugas.
"Tetapi kemudian ada perlawanan dari mereka, anggota ditembaki mercon. Kemudian kami hadang dan antisipasi, kami pukul mundur mereka," tuturnya.
Penggerebekan narkoba di Kampung Bahari ini berlangsung di area yang berdekatan dengan jalur rel kereta api. Akibatnya, perjalanan KRL Lintas Tanjung Priok sempat mengalami keterlambatan.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat penumpukan calon penumpang di Stasiun Tanjung Priok imbas keterlambatan tersebut. Narasi video menyebutkan situasi ini terjadi akibat penggerebekan narkoba di dekat rel.
Manager External Relations and Corporate Image KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan bahwa keterlambatan perjalanan KRL terjadi akibat adanya kerumunan warga di sekitar jalur rel yang menghalangi perjalanan kereta menuju Stasiun Tanjung Priok. Kondisi tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) pukul 06.20 WIB.
Perjalanan KRL sempat dihentikan sementara demi keselamatan. Imbas kejadian ini, sebanyak empat perjalanan Commuter Line Tanjung Priok mengalami keterlambatan berkisar antara 16 hingga 30 menit.
"Pukul 07.01 WIB, petugas terkait sudah mengamankan jalur rel dan situasi sudah aman untuk dilintasi perjalanan Commuter Line kembali," jelas Leza dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
4 Sita Ganja dan MobilBNN menyita barang bukti narkotika jenis ganja hingga senjata api (senpi) dari penggerebekan terhadap bandar narkoba berinisial MR di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Selain ganja dan senpi, petugas turut menyita sejumlah kendaraan mewah milik tersangka.
"Barang bukti narkotika jenis ganja atau gorila yang ada di sebelah kiri. Kemudian barang bukti uang, senjata api, samurai, beberapa amunisi peluru, handphone, serta aset-aset lain-termasuk di depan rekan-rekan ada dua unit mobil," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Roy Hardy Siahaan saat konferensi pers di Kantor BNN Kota Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).
Barang bukti tersebut dipamerkan dalam konferensi pers. Mobil mewah jenis BMW dan satu unit skuter Vespa turut dipajang di lokasi.
"Yang satu unit BMW disita pada saat kami menangkap MR di klinik kecantikan atau salon kecantikan yang ada di Mangga Besar. Sedangkan dua unit kendaraan lagi kami amankan di sekitar TKP, salah satunya adalah Vespa dan mobil," ujar Roy.
(aik/aik)






Komentar (0)