Penyelundupan Emas Marak, Purbaya Perketat Pengawasan dan Tambah Anggaran Bea Cukai

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan, pengawasan di seluruh pintu keluar Indonesia akan diperketat menyusul maraknya penyelundupan emas sepanjang 2026.

Pernyataan itu disampaikan sesudah Bea Cukai mengungkap upaya penyelundupan 23,793 kilogram emas senilai Rp63 miliar melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (13/8/2026).

Selain memperkuat pengawasan, Pemerintah juga akan menambah anggaran operasional Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar penindakan terhadap penyelundupan dan berbagai kecurangan bisnis bisa ditingkatkan.

“Jadi memang, Bea Cukai biaya operasinya kita tambah supaya lebih banyak aktif menangkap penyelundupan-penyelundupan ataupun kecurangan-kecurangan bisnis lain di Indonesia,” kata Purbaya seperti dikutip Antara.

Menurut Purbaya, meningkatnya penyelundupan emas diduga berkaitan dengan penerapan bea keluar ekspor emas. Kebijakan itu membuat pelaku yang ingin menghindari pembayaran bea keluar mencoba membawa emas ke luar negeri melalui jalur ilegal.

“Aktivitas meningkat karena saat ini dikenakan bea keluar untuk emas, sehingga pelaku yang malas membayar mencoba menyelundupkan untuk mengambil keuntungan,” ujarnya.

Purbaya menyebut, praktik tersebut sebelumnya tidak terlalu marak. Namun, setelah bea keluar diterapkan, ada keuntungan tambahan yang bisa diperoleh pelaku apabila berhasil membawa emas keluar tanpa membayar kewajiban.

“Sebelumnya hal ini tidak terlalu marak, namun sekarang marak karena ada insentif tambahan bagi mereka yang membawa keluar tanpa membayar,” katanya.

Lebih lanjut, Kementerian Keuangan juga menduga jaringan penyelundupan emas memiliki keterkaitan dengan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI).

Karena itu, investigasi akan dilanjutkan untuk mencari pemain utama di balik jaringan penyelundupan, sekaligus memperketat pengawasan di bandara, pelabuhan, dan titik keluar strategis lainnya.

“Pihak berwenang akan terus meriset dan melakukan investigasi siapa ‘pangkalan’ (pemain utama) di balik kegiatan itu,” ujarnya.

Di sisi lain, Purbaya menilai kinerja Bea Cukai mulai menunjukkan perbaikan, baik dari sisi penindakan maupun penerimaan negara.

“Dan hasil-hasil ini kan terlihat bahwa ada perbaikan kinerja yang signifikan dari Bea Cukai, dari tangkapan maupun dari pendapatannya yang sudah mulai tumbuh sekarang. Rokok-rokok gelap juga sudah berkurang secara signifikan,” pungkasnya.

Pada kesempatan sama, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri mengatakan, selama aktivitas PETI masih berlangsung, jaringan penyelundup akan terus mencari cara baru untuk membawa emas keluar dari Indonesia.

“Selama ada kegiatan PETI, jaringan penyelundup akan terus melakukan modifikasi modus operandi agar emas dapat keluar dari wilayah Indonesia. PETI dipastikan memiliki kaitan erat dengan penyelundupan itu,” katanya.

Polri juga akan bekerja sama dengan Bea Cukai dan Kementerian ESDM untuk memperketat pengawasan di sejumlah pintu keluar Indonesia. “Kami juga akan mengawasi pintu-pintu keluar seperti bandara bekerja sama dengan Bea Cukai dan Kementerian ESDM,” ujar Irhamni. (ant/bil/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kampus Jadi Laboratorium AI: UGM, Indosat, dan NVIDIA Buka Pusat Riset Kecerdasan Buatan Pertama di Indonesia
• 23 jam lalu
0
thumb
Sugiono: Sekjen Partai Koalisi Kumpul Jelang HUT RI, Momentum Perkuat Gotong Royong
• 19 jam lalu
0
thumb
Pakai Jas Abu-abu, Prabowo Tiba di DPR Hadiri Sidang Tahunan 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
Puan Janji Penyusunan UU Akan Lebih Berpihak Pada Rakyat
• 2 jam lalu
0
thumb
Puan Ungkap Perkembangan RUU Perampasan Aset, Masih di Tahap Ini
• 5 menit lalu
0
Berhasil disimpan.