Prabowo Ungkap 4 Pedoman Pimpin Indonesia: Bekerja Laksanakan UUD 45 hingga Kepentingan Rakyat dan Generasi Mendatang

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan empat pedoman utama yang menjadi pijakan pemerintahannya dalam memimpin Indonesia. 

Pedoman tersebut berangkat dari sumpah yang diucapkannya pada 20 Oktober 2024, ketika ia berjanji menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga :
Pemerintah Jalankan 121 Kebijakan Transformatif, Prabowo: Banyak Pembantu-pembantu Saya Masuk Rumah Sakit
Kelakar Komeng di Sidang Tahunan MPR: Saya Tidak Minta Harapan ke Presiden, tapi Juara 1 Dipikirkan Rakyat

Bagi Prabowo, kepemimpinan bukan semata soal menjalankan pemerintahan, tetapi juga tentang memegang teguh amanah yang telah diberikan rakyat dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Karena itu, setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan bangsa.

Presiden Prabowo Subianto.
Photo :
  • Tangkapan layar.

Dalam pidato kenegaraan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Prabowo mengatakan sumpah tersebut menjadi landasan dalam menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia. Selama memimpin pemerintahan, ia menyebut ada empat hal yang terus menjadi pegangan.

“Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” kata Prabowo, Jumat (14/8).

Pedoman kedua adalah menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital. 

Menurut Prabowo, hal itu mencakup upaya menjaga kekayaan bangsa agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menempatkan kepentingan nasional sebagai hal yang tidak boleh lepas dari arah pembangunan. 

Kekayaan Indonesia, kata dia, harus dikelola dengan tujuan akhir memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk kepentingan tertentu.

Pedoman ketiga adalah bekerja cepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat. Pemerintah, menurut Prabowo, harus hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi dan tidak membiarkan persoalan berlarut-larut.

“Kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” tegasnya.

Sementara itu, pedoman keempat menekankan orientasi jangka panjang. Setiap kebijakan pemerintah tidak hanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mempertimbangkan kehidupan generasi berikutnya.

“Dalam bekerja, kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat, kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka,” kata Prabowo.

Baca Juga :
DPD Beberkan Duri dalam Daging yang Jadi Tantangan Pemerintah karena Gerus Daya Saing Nasional
Momen Ketua DPR Puan Maharani Datang ke Sidang Tahunan MPR Setelah Prabowo, Batal Foto Bersama
Prabowo Bakal Beri Kejutan di Pidato Sidang Tahunan MPR Hari Ini

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rupiah Bergerak Variatif Terhadap Mata Uang Asia, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.842
• 2 jam lalu
0
thumb
Karhutla di Jambi Capai 300 Hektare, Kapolda Tetapkan 7 Tersangka
• 20 jam lalu
0
thumb
Eks Waka BGN Ajukan Praperadilan, Minta Penetapan Tersangka Kasus MBG Dicabut
• 20 jam lalu
0
thumb
Respons Tudingan Andi Gani, Cucun Sebut Semua Parpol di DPR Dukung RUU Ketenagakerjaan
• 13 jam lalu
0
thumb
Tim Gabungan Padamkan 1,5 Hektare Lahan Karhutla di Pelalawan Riau
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.