Prabowo ingin tegaskan posisi Indonesia lewat jas "double breasted"

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pengamat Mode Lisa Fitria menilai bahwa gaya busana Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan jas double-breasted dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 ingin menegaskan Indonesia memiliki posisi yang sejajar dengan negara-negara kuat lainnya.

"Menurut opini saya, gaya busananya tidak jauh berbeda dengan saat kampanye. Di sini Pak Presiden seperti ingin memperlihatkan busana kenegaraan itu sangat kuat, formal, simbolis yang tentunya sejajar dengan presiden-presiden negara lainnya," kata Lisa saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Jas double-breasted merupakan sebuah model jas yang memiliki dua baris kancing di bagian depan dan saling menumpuk. Lisa mengatakan model tersebut sudah menjadi salah satu busana yang umum dikenakan oleh pria di seluruh dunia.

Baca juga: Jas "double-breasted" Prabowo tunjukkan aura pemimpin percaya diri

Baca juga: Prabowo-Gibran kenakan jas hadiri Sidang Tahunan MPR

Busana yang dikenakan oleh Presiden Prabowo Subianto memiliki enam kancing yang menampilkan kesan tegas, formal dengan gaya klasik. Hal yang Lisa soroti menarik adalah pemilihan jas berwarna abu-abu yang dinilai menekankan kesan stabil, matang dan moderat.

"Dalam konteks pidato kenegaraan, pilihan tersebut dapat dibaca sebagai representasi kepemimpinan yang ingin menampilkan ketegasan sekaligus keseimbangan," katanya.

Ketegasan itu menurutnya ingin ditonjolkan bersamaan dengan adanya kesan wibawa, tenang dan approachable yang secara simbolis diperlihatkan melalui penggunaan dasi berwarna biru muda.

Founder Indonesian Fashion Chamber (IFC) itu turut menilai bahwa pemakaian kopiah berwarna hitam menjadi simbol dari komitmen untuk menjaga budaya dan identitas bangsa Indonesia sebagai negara yang beragama.

Hal ini sejalan dengan kebiasaan pemimpin negara sebelumnya seperti Presiden Soekarno dan Soeharto yang mengenakan atribusi serupa.

Baca juga: Komentar soal busana Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

"Simbol identitas nasional ini yang mempresentasikan karakter kepemimpinan Indonesia. Ketika dipadukan dengan setelan jas modern terlihat adanya pertemuan antara identitas nasional dan juga modernitas," ujar Lisa.

Secara keseluruhan, Lisa menyebut Presiden tidak berusaha memberikan pernyataan yang berlebihan melalui fesyen. Busana yang dikenakan hari ini justru dijadikan sebagai bahasa diplomasi dan simbol kenegaraan yang lekat dengan penggunaan pin bendera merah putih.

"Detail tersebut memperkuat bahwa busana yang dikenakan bukan sekedar pakaian formal, tetapi juga bagian dari representasi institusi dan juga posisi beliau sebagai kepala negara," tambahnya.

Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang salah satunya beragendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pidato, pemerintah juga akan menayangkan video capaian kinerja pemerintah.

Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memiliki tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Baca juga: Makna balutan busana adat Ujung Serong di pelantikan Prabowo-Gibran

Baca juga: Prabowo-Gibran tampil beda dalam balutan jaket di debat kelima


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengungkap Misteri Telepon Terakhir Febrie ke Sutrimo
• 14 jam lalu
0
thumb
Polda Jatim Bongkar Arisan Online Fiktif Rp71 Miliar, Catut Nama Artis dan Selebgram
• 22 jam lalu
0
thumb
Wanita bersalin seorang diri di toilet Puskesmas dan bayi dibuang
• 3 jam lalu
0
thumb
Tak Hadir Sidang Tahunan, SBY Doakan Negara dari Jauh
• 3 jam lalu
0
thumb
Koster Ajak Masyarakat Sukseskan Lima Tahun Pertama Haluan Pembangunan Bali
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.