Jakarta (ANTARA) - Seorang wanita berinisial TA (23) diduga bersalin seorang diri dalam toilet Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, lalu membuang bayinya ke tong sampah.
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat, mengatakan insiden itu terjadi pada Selasa (11/8) sekitar pukul 12.00 WIB.
"Kalau dari keterangan ibunya (TA) sementara kemarin, sebelum dibawa ke rumah sakit, dia melahirkan di kamar mandi itu. Diduga dengan secara sengaja ya. Karena ari-arinya itu (bayi) enggak terputus," kata Wahyu.
Awalnya, kata Wahyu, sang ibu mendatangi Puskesmas Tambora, lalu mengantre di Poli Umum.
"Terus (TA) merasa anyang-anyangan gitu. Umumnya kan kalau orang mau melahirkan pasti kan ke bidan kan langsung, kan? Kalau ini enggak, ke poli umum dulu. Lagi anyang-anyangan, kemudian langsung ke kamar mandi itu. Dia lahirkan sendiri bayinya," tutur Wahyu.
Belum dapat dipastikan penyebab meninggalnya bayi malang tersebut, lantaran masih dalam proses autopsi. Namun, kata Wahyu, saat melahirkan seorang diri, bayi itu diduga terjatuh ke lantai.
"Intinya, setelah ngelahirin itu kan bayi kan jatuh kan ke lantai. Jatuh ke lantai, kemudian dia langsung buang ke tempat sampah itu. Bayinya perempuan," kata Wahyu.
Beberapa saat kemudian, petugas kebersihan menemukan bercak darah di sekitar kamar mandi dan lantas membersihkannya.
"Kemudian dia mau buang sampah. Nah, saat mau buang sampah, tong sampahnya itu kok berat ini. Dicek, ternyata ada bayi," tutur Wahyu.
Insiden itu pun langsung dilaporkan oleh pihak Puskesmas Tambora kepada Polsek setempat.
"Kemudian Piket Reskrim ke sana, cek TKP. Saat cari saksi-saksi, melihat, ada wanita itu (TA) dalam keadaan lemas, kan. Nah, itulah ternyata orang tua bayi itu," tutur Wahyu.
Tak lama setelah ditanyai mengenai temuan bayi itu, TA langsung pingsan akibat pendarahan.
"Tanya-tanya sebentar aja itu, udah pingsan. Terus dibawa, dirujuk cepat ke Cengkareng karena mau penanganan medis kan, pendarahan," kata Wahyu.
Wahyu mengatakan pihaknya masih menyelidiki insiden tersebut. Pihak Puskesmas Tambora pun akan dipanggil untuk dimintai keterangan dalam waktu dekat.
"Dijadwalnya minggu ini sepertinya mau diminta keterangan juga dari Puskesmas," pungkas Wahyu.
Baca juga: Polisi ringkus terduga pelaku yang buang bayi di kawasan Bekasi
Baca juga: Seorang ibu buang bayi di Jaksel karena khilaf
Baca juga: Polisi ungkap motif dua sejoli yang buang bayi di Palmerah Jakbar
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat, mengatakan insiden itu terjadi pada Selasa (11/8) sekitar pukul 12.00 WIB.
"Kalau dari keterangan ibunya (TA) sementara kemarin, sebelum dibawa ke rumah sakit, dia melahirkan di kamar mandi itu. Diduga dengan secara sengaja ya. Karena ari-arinya itu (bayi) enggak terputus," kata Wahyu.
Awalnya, kata Wahyu, sang ibu mendatangi Puskesmas Tambora, lalu mengantre di Poli Umum.
"Terus (TA) merasa anyang-anyangan gitu. Umumnya kan kalau orang mau melahirkan pasti kan ke bidan kan langsung, kan? Kalau ini enggak, ke poli umum dulu. Lagi anyang-anyangan, kemudian langsung ke kamar mandi itu. Dia lahirkan sendiri bayinya," tutur Wahyu.
Belum dapat dipastikan penyebab meninggalnya bayi malang tersebut, lantaran masih dalam proses autopsi. Namun, kata Wahyu, saat melahirkan seorang diri, bayi itu diduga terjatuh ke lantai.
"Intinya, setelah ngelahirin itu kan bayi kan jatuh kan ke lantai. Jatuh ke lantai, kemudian dia langsung buang ke tempat sampah itu. Bayinya perempuan," kata Wahyu.
Beberapa saat kemudian, petugas kebersihan menemukan bercak darah di sekitar kamar mandi dan lantas membersihkannya.
"Kemudian dia mau buang sampah. Nah, saat mau buang sampah, tong sampahnya itu kok berat ini. Dicek, ternyata ada bayi," tutur Wahyu.
Insiden itu pun langsung dilaporkan oleh pihak Puskesmas Tambora kepada Polsek setempat.
"Kemudian Piket Reskrim ke sana, cek TKP. Saat cari saksi-saksi, melihat, ada wanita itu (TA) dalam keadaan lemas, kan. Nah, itulah ternyata orang tua bayi itu," tutur Wahyu.
Tak lama setelah ditanyai mengenai temuan bayi itu, TA langsung pingsan akibat pendarahan.
"Tanya-tanya sebentar aja itu, udah pingsan. Terus dibawa, dirujuk cepat ke Cengkareng karena mau penanganan medis kan, pendarahan," kata Wahyu.
Wahyu mengatakan pihaknya masih menyelidiki insiden tersebut. Pihak Puskesmas Tambora pun akan dipanggil untuk dimintai keterangan dalam waktu dekat.
"Dijadwalnya minggu ini sepertinya mau diminta keterangan juga dari Puskesmas," pungkas Wahyu.
Baca juga: Polisi ringkus terduga pelaku yang buang bayi di kawasan Bekasi
Baca juga: Seorang ibu buang bayi di Jaksel karena khilaf
Baca juga: Polisi ungkap motif dua sejoli yang buang bayi di Palmerah Jakbar






Komentar (0)