Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh masyarakat dan generasi muda menyukseskan program pembangunan Bali periode 2025-2030 sebagai pondasi Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
Ajakan tersebut disampaikan Koster saat memimpin Apel HUT Ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (14/8/2026).
“Dengan tekad yang kuat, saya mengajak seluruh komponen masyarakat Bali dan adik-adik generasi muda, marilah kita laksanakan dan sukseskan bersama program pembangunan Bali periode 2025–2030 dalam rangka membangun pondasi yang kokoh untuk kesuksesan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125,” kata Koster.
Menurut Koster, keberhasilan lima tahun pertama menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan Bali agar dapat dinikmati generasi mendatang.
“Maka saya mengajak seluruh masyarakat Bali dan adik-adik generasi muda yang saya banggakan agar tetap kompak, guyub, bersatu, solid bergerak mewujudkan harapan dan optimisme masa depan Bali era baru,” ujarnya.
HUT Ke-68 Jadi Momentum Refleksi Pembangunan BaliKoster menyebut usia ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan daerah sejak 1958, termasuk berbagai kemajuan, prestasi, permasalahan, dan tantangan pembangunan.
Pada peringatan tahun ini, Pemerintah Provinsi Bali mengangkat tema Suci Lascarya Nusa Wijaya yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali.
“Tema ini mengandung pesan luhur bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta semangat gotong royong dan bertanggung jawab demi Nindihin Gumi Bali, mewujudkan Bali era baru, Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan niskala-sekala,” ujarnya.
Koster juga menyoroti Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang mengakui keberadaan desa adat, subak, Sat Kerthi, kebudayaan, dan kearifan lokal Bali.
Undang-undang tersebut menjadi payung hukum arah pembangunan Bali yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
“Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali 5 tahun ke depan akan menjadi pondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang zaman,” kata dia.
Enam Bidang Prioritas Disiapkan hingga 2030Pembangunan Bali periode 2025-2030 dijabarkan dalam enam bidang prioritas yang menjadi bagian dari pelaksanaan haluan pembangunan jangka panjang.
Prioritas pertama mencakup adat, agama, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal, sedangkan prioritas kedua meliputi kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan.
Prioritas ketiga adalah transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali, sementara bidang keempat meliputi infrastruktur darat, laut, udara, dan transportasi.
Bidang kelima mencakup lingkungan, kehutanan, dan energi, sedangkan prioritas keenam adalah pulau digital dan keamanan Bali.
“Pembangunan Bali diselenggarakan dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana, yaitu pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola,” tuturnya.





Komentar (0)