WIFI Divestasi Seluruh Saham di Anak Usaha Jejaring Digital Utama

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge melakukan divestasi seluruh saham pada anak usahanya, PT Jejaring Digital Utama (JDU).

WIFI Divestasi Seluruh Saham di Anak Usaha Jejaring Digital Utama. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge melakukan divestasi seluruh saham pada anak usahanya, PT Jejaring Digital Utama (JDU). Transaksi ini dilakukan pada 11 Agustus 2026.

Keputusan tersebut berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 16 PT Jejaring Digital Utama pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Baca Juga:
Anak Usaha WIFI Resmi Terbitkan Samurai Bonds Rp2,4 Triliun

Direktur WIFI Shannedy Ong mengatakan, perseroan melakukan divestasi sebanyak 350 saham. Kemudian saham ini dialihkan kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera.

"PT Solusi Sinergi Digital Tbk selaku salah satu pemegang saham JDU, mengalihkan seluruh saham yang dimiliki sebanyak 350 (tiga ratus lima puluh) saham kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga:
Surge (WIFI) Tambah Lini Bisnis Konstruksi Sentral Telekomunikasi, Bidik Pasar B2B

Shannedy menegaskan, pengalihan saham tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Baca Juga:
Surge (WIFI) Raup Pendapatan Rp1,57 Triliun di Semester I-2026, Melejit 206 Persen

Sebagai informasi, PT Jejaring Digital Utama merupakan bagian dari ekosistem lini bisnis digital dan telekomunikasi di bawah naungan WIFI.

Perusahaan didirikan pada 2020 dengan nama awal PT Solusi Pembayaran Digital. Kemudian pada 2024, melakukan perubahan nama menjadi PT Jejaring Digital Utama.

Sebelumnya, WIFI atau Surge akan menambah kegiatan usaha di bidang Konstruksi Sentral Telekomunikasi.

Penambahan lini bisnis ini ditujukan untuk memperluas cakupan usaha WIFI sekaligus memungkinkan perseroan menyediakan layanan yang lebih terintegrasi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Dalam rencana tersebut, WIFI akan menyasar pelanggan business-to-business (B2B) yang membutuhkan pembangunan jaringan di berbagai lokasi atau multi-site maupun wilayah dengan kebutuhan konektivitas tinggi.

Rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206 tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 September 2026.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kementan dan Unesa Kembangkan Benih Kedelai Unggul di Lahan 56 Hektare untuk Percepat Swasembada
• 14 jam lalu
0
thumb
Titik Api Masih Ditemukan di Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango
• 14 jam lalu
0
thumb
Aira EV Bukti Mobil Listrik Mungil Mulai Punya Pasarnya Sendiri
• 6 jam lalu
0
thumb
Paradoks Likuiditas GOTO dan Dilema Investor Ikut Penilaian MSCI atau BEI
• 15 jam lalu
0
thumb
Jadwal Arsenal vs Manchester City di Community Shield 2026, Main Akhir Pekan Ini
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.