Bupati Brebes Bahas Pupuk Subsidi dengan Sespimmen Polri, Bicarakan Soal Distribusi

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Brebes, VIVA – Persoalan distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi perhatian dalam kajian peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Angkatan ke-67.

Kajian tersebut dilakukan untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi petani, mulai dari mekanisme distribusi hingga ketersediaan pupuk subsidi di tingkat kelompok tani.

Baca Juga :
ICRS 2026, Pupuk Kaltim Beberkan Proses Rehabilitasi 2,23 Hektare Terumbu Karang di Bontang
Kasus Korupsi Seragam Sekolah Rp14 M, Bupati Gowa Ikut Diperiksa Polisi

Peserta didik Sespimmen Polri Angkatan ke-67, Komisaris Polisi Chairul Ridha, menggali informasi dari berbagai pihak untuk mendapatkan gambaran mengenai persoalan tersebut. Salah satunya melalui pertemuan dengan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.

Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah menyampaikan kondisi yang dihadapi petani sekaligus berbagai tantangan dalam penyaluran pupuk subsidi.

Tak hanya mengandalkan informasi dari pemerintah daerah, kajian juga dilakukan dengan turun langsung ke lapangan. Tim sebelumnya mengumpulkan data dari kelompok tani di Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, dan Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba.

"Dalam pertemuan, kami mengumpulkan data dan mendalami persoalan terkait pendistribusian pupuk subsidi di Kabupaten Brebes," ucap Chairul, dikutip Kamis, 13 Agustus 2026.

Dalam proses tersebut, peserta Sespimmen didampingi jajaran kepolisian, Bhabinkamtibmas, Babinsa hingga pemerintah desa setempat.

Pendalaman juga dilakukan dengan melibatkan pihak yang berkaitan langsung dengan rantai distribusi pupuk. Di antaranya Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perwakilan gudang atau distributor Pupuk Indonesia, serta Kodim Brebes.

Dari sisi penegakan hukum, peserta Sespimmen juga menggali informasi dari sejumlah pejabat kepolisian. Mereka melibatkan Kabag SDM, Kasatintelkam, Kasatreskrim, Kasatbinmas, hingga perwakilan kapolsek.

Rangkaian wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) tersebut dilakukan untuk memetakan persoalan distribusi pupuk subsidi secara lebih utuh. Artinya, persoalan tidak hanya dilihat dari sisi pengawasan dan penegakan hukum, tetapi juga dari kebutuhan petani serta mekanisme penyalurannya.

Bupati Brebes Paramitha turut memberikan informasi mengenai kondisi di daerahnya. Pemerintah daerah dinilai memiliki posisi penting dalam memastikan kebijakan pertanian, termasuk distribusi pupuk subsidi, benar-benar sesuai kebutuhan petani.

Kajian tersebut juga diarahkan untuk menemukan persoalan yang muncul dalam praktik di lapangan sekaligus mencari alternatif penyelesaian.

Baca Juga :
Bupati Rejang Lebong Nonaktif Didakwa Terima Rp2,52 Miliar dan iPhone 17 Pro Max
KPK Angkut 2 Mobil dari Pendopo Bupati Lombok Barat, HR-V hingga Trailblazer Ikut Disita
TNI Ungkap Fakta soal Video Pendobrakan dan Pengambilan Komputer di Kantor Bupati Intan Jaya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Media Inggris Analisis Kekuatan Elkan Baggott Cs, Optimistis Promosi ke Liga Inggris
• 9 jam lalu
0
thumb
DeepSeek Rilis Model Resmi V4 Pro di Tengah Persaingan Ketat AI   
• 3 jam lalu
0
thumb
Apex 2026 Jadi Ajang Edukasi dan Akses Kemudahan Kepemilikan Rumah bagi Masyarakat
• 6 jam lalu
0
thumb
Mendamba Keselarasan Pendidikan dan Industri untuk Atasi Pengangguran Terdidik
• 15 jam lalu
0
thumb
Mengubah singgah menjadi tinggal
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.