JAKARTA, KOMPAS.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menilai, literasi gizi penting untuk mengedukasi para guru agar dapat menjelaskan kepada para murid kandungan terkait gizi yang terkandung dalam sebuah sajian makanan.
Menurutnya banyak masyarakat di daerah yang belum memiliki pemahaman terkait kandungan gizi, misalnya soal rumor yang menyebut mengonsumsi telur dapat menyebabkan bisul.
"Kenyataannya di daerah itu masih banyak orang yang menganggap bahwa makan telur bikin bisul. Yang pada kenyataannya sebetulnya kan enggak ada hubungannya," kata Sudaryono di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Baca juga: Berapa Tusuk Batas Aman Makan Telur Gulung? Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB
Menurut dia, melalui literasi gizi tersebut, guru sebagai teladan mampu menjelaskan bahwa telur mengandung protein tinggi.
Guru juga diharapkan dapat menjelaskan bahwa sayur mengandung serat yang bermanfaat bagi tubuh.
"Di situlah salah satu fungsi guru: 'Oh makan telur tuh boleh, proteinnya tinggi. Oh makan sayur tuh ada seratnya, gunanya untuk ini'," ucapnya.
Sebelumnya BGN memulai Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Rabu (12/8/2026).
Baca juga: BGN Sasar 658.300 Guru untuk Beri Edukasi soal Gizi di MBG
Pada tahap awal, kegiatan tersebut menyasar 53.831 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, 492.944 orang di Jawa Barat, serta 111.525 orang di Banten.
Dengan demikian, total sasaran awal mencapai 658.300 orang.
"Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten. Untuk kemudian nanti kami perlebar sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Sudaryono dalam keterangannya, Kamis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)