SOLO, KOMPAS.TV - SMK Negeri 2 Sukoharjo berhasil menjadi juara pertama Suzuki Vocational Contest 2026 Solo Raya yang digelar di Suzuki Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026).
Dalam kompetisi yang mempertemukan dunia pendidikan dan industri otomotif tersebut, SMK Negeri 1 Jumantono Karanganyar meraih juara kedua, sedangkan juara ketiga diraih SMK Negeri 1 Kalijambe Sragen.
Suzuki Vocational Contest 2026 Solo Raya diselenggarakan PT Solo Indonesia Utama selaku dealer resmi Suzuki di Solo Raya bekerja sama dengan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Kompetisi tersebut diikuti 40 SMK dari tujuh kabupaten/kota, yakni Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Klaten, dan Boyolali.
Baca Juga: Jakarta Fair 2026 Banjir Promo Motor: Yamaha, Honda, dan Suzuki Tebar Diskon hingga Hadiah Menarik
Adu Kompetensi Siswa dan Guru SMKSebelum memasuki babak final, seluruh peserta mendapatkan materi dan pelatihan penggunaan Suzuki Diagnostic Tool II (SDT-II) di bengkel Suzuki terdekat dari masing-masing sekolah.
Babak kualifikasi digelar pada 29 Juli 2026 di Dealer Suzuki Pabelan. Seluruh peserta, baik siswa maupun guru, mengikuti tes teori.
Dari 40 SMK tersebut kemudian terpilih enam finalis, yakni SMK Negeri 2 Sukoharjo, SMK Negeri 1 Jatipuro Karanganyar, SMK Bhakti Karya Karanganyar, SMK Negeri Jumantono Karanganyar, SMK Leonardo Klaten, dan SMK Negeri 1 Kalijambe Sragen.
Pada babak final, kemampuan peserta diuji melalui tes teori dan praktik. Tes teori yang dikerjakan siswa dan guru memiliki bobot penilaian 20 persen.
Sementara tes praktik siswa menjadi komponen terbesar dengan bobot 80 persen.
Dalam tes praktik, peserta dihadapkan pada persoalan teknis kendaraan dan dituntut menemukan masalah dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Baca Juga: Suzuki Bakal Luncurkan Logo Anyar: Bentuk Masih "S", Warna, dan Gaya Berubah
Peserta juga harus menerapkan prosedur operasional standar atau standard operating procedure (SOP) dalam melakukan perbaikan.
Direktur Utama PT Solo Indonesia Utama, Tommy Gunawan, mengatakan kompetisi tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan standar kerja industri kepada siswa SMK.
“Kita kasih satu persoalan yang ada sedikit masalah, siapa yang bisa menemukan, dan lagi waktunya berapa lama, terus juga untuk SOP kalau mau membetulkan mobil itu harus bagaimana dulu yang diajarkan,” ujar Tommy di sela-sela acara.
Sementara itu, Kepala Aftersales PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi mengatakan kompetisi tersebut menjadi salah satu bentuk upaya industri membangun hubungan yang lebih erat dengan dunia pendidikan.
Menurutnya, perkembangan teknologi otomotif berlangsung cepat sehingga dibutuhkan tenaga profesional yang mampu mengikuti perkembangan tersebut.
“Tujuan utamanya sebenarnya ini, wujud kami dari pabrikan bagaimana kita bisa membuat link and match,” kata Hariadi.
Menurut dia, kompetisi juga dapat menjadi sarana bagi sekolah untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menyerap perkembangan teknologi otomotif.
Tidak hanya berhenti pada kompetisi, peserta berprestasi juga berpeluang mendapatkan kesempatan masuk ke jaringan teknisi Suzuki apabila terdapat kebutuhan tenaga kerja.
“Kalau ada adik-adik kita yang sudah menjadi misalnya juara, dia punya peluang untuk misalnya bila dealer kita punya kebutuhan, diberi prioritas masuk ke dalam salah satu teknisi kita,” ujarnya.
Baca Juga: Empat Siswa Indonesia Jadi Finalis Harvard Crimson Business Case Competition 2026 | SAPA PAGI
Mobil Juara I untuk Praktik SiswaSMK Negeri 2 Sukoharjo sebagai juara I mendapatkan hadiah utama berupa satu unit mobil Suzuki, trofi, dan sertifikat.
Namun, kendaraan tersebut tidak akan sekadar menjadi simbol kemenangan.
Sekolah berencana memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan.
Guru pembimbing SMK Negeri 2 Sukoharjo, Kukuh Prasetyo, mengatakan sekolahnya selama ini telah menjalin kolaborasi dengan dunia industri sehingga penerapan SOP industri sudah menjadi bagian dari proses pembelajaran.
“Kita memang sudah melaksanakan SOP untuk pembelajarannya, jadi untuk adaptasinya tidak terlalu banyak,” kata Kukuh.
Menurutnya, mobil hadiah tersebut akan digunakan untuk memperkaya kegiatan praktik siswa dan mendukung pembelajaran otomotif di sekolah.
Sementara itu, siswa SMK Negeri 2 Sukoharjo, Muchamad Davin Nur Fadilla, mengakui persaingan dalam kompetisi berlangsung ketat.
“Kompetisinya asyik, seru, dan menantang,” ujar Davin.
Baca Juga: Alex Raih Juara Harapan II Pilmapres Nasional, Bawa Inovasi untuk Siswa Tunanetra
Tak lupa, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Hermansyah, mengapresiasi penyelenggaraan Suzuki Vocational Contest 2026 Solo Raya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk menguji secara langsung kemampuan yang selama ini dipelajari di sekolah dengan standar yang diterapkan industri.
Hermansyah juga menilai perkembangan industri yang sangat cepat menjadi tantangan bagi pendidikan vokasi.
“Kalau dengan sering kegiatan seperti ini, kita tidak akan pesimis,” kata Hermansyah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga semakin banyak sekolah dan siswa mendapatkan pengalaman berhadapan langsung dengan standar industri.
Tommy juga berharap Suzuki Vocational Contest Solo Raya dapat menjadi agenda tahunan.
Pada penyelenggaraan perdana ini, sebanyak 40 SMK telah berpartisipasi.
Ke depan, jumlah peserta diharapkan bertambah sehingga semakin banyak SMK di Solo Raya yang dapat terlibat dalam kerja sama dengan industri otomotif.
Dengan demikian, Suzuki Vocational Contest tidak hanya menjadi ajang perebutan juara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara SMK dan industri sekaligus menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga: Gebyar Inovasi Pendidikan 2026 di Klaten, Guru dan Siswa Pamerkan Karya Kreatif yang Inovatif
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Suzuki Vocational Contest
- pendidikan vokasi
- otomotif
- Solo Raya
- Suzuki Indonesia
- SMK Negeri 2 Sukoharjo






Komentar (0)