HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Di balik sajian ayam goreng yang renyah, terdapat sejumlah tahapan yang perlu dijaga untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan.
Hal itu juga diterapkan McDonald’s Indonesia dalam proses pengolahan Ayam Krispy McD. Bahan baku ayam yang digunakan berasal dari peternak lokal dan dalam kondisi segar, bukan beku.
Proses pengawasan dilakukan sejak peternakan, Rumah Potong Ayam (RPA), distribusi, hingga ayam diterima dan diolah di restoran.
Quality Assurance Manager PT Rekso Nasional Food, Imam Gazali, mengatakan
Pada tahap awal, pemasok diwajibkan memenuhi sejumlah standar, termasuk biosecurity, kesehatan dan kesejahteraan hewan, serta prinsip Halalan Thoyyiban.
Setelah diproses di RPA, ayam kemudian dikirim menggunakan kendaraan berpendingin dan tersegel untuk menjaga suhu serta kondisi produk selama perjalanan.
Setibanya di restoran, kru melakukan “pemeriksaan terhadap kualitas, suhu, dan kondisi ayam sebelum disimpan,” tuturnya.
Proses tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga rantai dingin atau cold chain agar kualitas bahan baku tetap terjaga hingga masuk ke tahap pengolahan.
Dalam proses pengolahan, ayam melalui tahapan marinasi dan perendaman menggunakan air dingin bersuhu 1–4 derajat Celsius. Ayam kemudian melalui proses penepungan sebanyak dua kali sebelum digoreng dengan suhu dan durasi yang telah ditentukan.
“McDonald’s Indonesia juga menggunakan sistem digital untuk membantu pemantauan keamanan pangan. Sistem tersebut mencatat sejumlah aspek operasional, termasuk suhu penyimpanan dan kepatuhan terhadap standar. Sistem traceability juga digunakan untuk menelusuri perjalanan bahan baku dari hulu hingga restoran,” ucapnya.
Kata dia, kualitas tidak hanya ditentukan dari satu proses, tetapi merupakan hasil dari berbagai tahapan yang dilakukan secara konsisten.
“Bagi kami, kualitas bukanlah hasil dari satu proses melainkan akumulasi dari setiap tahapan yang dijalankan secara disiplin dan konsisten,” ujar Imam.
Selain sistem dan teknologi, pengolahan ayam di restoran juga melibatkan kru yang mendapatkan pelatihan khusus. Mereka disebut sebagai Chicken Expert Officer (CEO), yang bertugas memastikan proses pengolahan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Associate Director of Learning & Development dan Restaurant Solution Group PT Rekso Nasional Food, Olia M Sidik, mengatakan kru yang menjalankan peran tersebut harus melewati pelatihan, verifikasi kompetensi, dan evaluasi berkala.
Menurutnya, standar tersebut diperlukan agar proses pengolahan dapat diterapkan secara konsisten oleh kru di berbagai restoran. Dengan demikian, kualitas dan keamanan pangan menjadi bagian dari prosedur operasional, bukan hanya bergantung pada hasil akhir produk.
McDonald’s Indonesia juga menggelar program CEO Menyapa pada 7 Agustus hingga 6 September 2026. Melalui program tersebut, pelanggan dapat memperoleh informasi langsung mengenai proses pengolahan dan standar yang diterapkan di restoran.
Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan proses di balik penyajian Ayam Krispy McD, sekaligus memberi gambaran kepada pelanggan mengenai bagaimana bahan baku dan proses pengolahan dikendalikan sebelum produk disajikan. (wis)






Komentar (0)