Lezatnya Daging Wagyu Jepang Kini Bisa Dinikmati di Indonesia

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Pasar sapi domestik baru-baru ini menyambut produk impor dari Jepang. Daging ini dikenal dengan pola marbling (serat lemak) dan proporsi daging-lemak yang khas. Masuknya produk ini tidak lepas dari perolehan sertifikasi halal oleh Prefektur Miyazaki. Dengan izin administratif baru itu, hasil ternak dari wilayah tersebut dapat diekspor untuk memenuhi permintaan konsumen Muslim se-Indonesia. 

Peluncuran resminya digelar dalam sebuah resepsi di Jakarta pada Selasa (4/8/2026), didukung oleh PT Indosps Bogatama Sukses. Acara tersebut turut dihadiri oleh pejabat Miyazaki serta perwakilan industri lokal.

Sorotan utama dari masuknya produk baru ini adalah susunan fisik daging sapi itu sendiri. Keseimbangan struktur antara daging dan lemak di dalamnya menentukan tekstur akhir setelah dimasak. Pola marbling yang tampak ini membedakan daging sapi Jepang setempat dari sapi impor asal negara lain, misalnya Australia. Adapun pengamatan langsung tentang sebaran lemak yang khas ini berfungsi sebagai tolok ukur penting bagi konsumen dalam menilai mutu produk.

“Rasio lemak dan daging, dan cara berpadunya, semuanya penting,” tutur Toshiro Hinokuma, Wakil Gubernur Prefektur Miyazaki. 

“Daging yang komposisinya menyatu baik akan memberi keseimbangan cita rasa tertentu ketika dipanggang.”

Guna menjaga standar ini sekaligus memenuhi regulasi impor yang ketat, semua proses pengolahan dikerjakan sebelum produk sampai ke negara sasaran. Tahap penyembelihan pertama dilaksanakan di fasilitas resmi di Jepang. Kota Saito menaungi pusat pengolahan yang mengelola komoditas ekspor ini. Fasilitas tersebut sudah mengantongi sertifikat yang sah menurut pemerintah Indonesia.

“Kami olah mengikuti tata cara halal,” kata Hinokuma. 

“Kami perhatikan dua aspek sekaligus, yaitu kualitas daging dan juga syarat-syarat halal.”

Strategi distribusinya ialah memasok daging impor ini ke beberapa venue perhotelan terlebih dahulu, baru kemudian ke jaringan ritel umum. Saat ini, pameran selama sebulan diadakan di beberapa restoran di Jakarta. Tahap perkenalan ini memberi kesempatan konsumen lokal untuk melihat langsung tekstur produk. Pemerintah prefektur berharap ciri fisik ini bisa memperjelas posisi produk di tengah pasar daging sapi yang telah ada.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Patuhi Aturan Larangan Media Sosial, Meta Tutup 462.000 Akun Milik Remaja di Australia
• 13 jam lalu
0
thumb
PA GMNI Dorong PPHN Jadi Kompas Pembangunan Nasional, Ingatkan Bahaya Politik Jangka Pendek
• 10 jam lalu
0
thumb
Peringati HUT ke-81 RI, BULOG dan Kodam XXII/Tambun Bungai Gelar Operasi Katarak Gratis
• 19 jam lalu
0
thumb
Petugas Gabungan Musnahkan 17 Ribu Batang Ganja di Aceh Utara
• 9 jam lalu
0
thumb
Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sumatera, Mendagri: Reward Seimbang
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.