jpnn.com - JAKARTA - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menegaskan tidak akan turun ke jalan atau mengikuti aksi demonstrasi sepanjang Agustus 2026 yang berpotensi menciptakan kerawanan sosial maupun mendiskreditkan program prioritas pemerintah.
Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny mengatakan, hingga saat ini tidak ada instruksi dari PB SEMMI untuk menggelar maupun mengikuti aksi demonstrasi pada Agustus.
BACA JUGA: PB SEMMI Sebut Isu Pergantian Kapolri Digulirkan untuk Mengganggu Stabilitas Nasional
"Dalam waktu dekat ini kami tidak ada agenda turun ke jalan atau bergabung demonstrasi dengan kelompok lain. Tidak ada instruksi PB SEMMI untuk demo di Agustus ini," kata Donny kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/8).
Dia menegaskan apabila terdapat aksi yang mengatasnamakan organisasinya, kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan PB SEMMI.
BACA JUGA: Ekspedisi Merah Putih Jangkau 17 Wilayah 3T, PB SEMMI: Ini Sebenarnya Polri yang Presisi
Donny mengaku pihaknya memperoleh informasi mengenai adanya rencana aksi pada Agustus yang membawa isu terkait program prioritas pemerintah, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut dia, pihaknya menduga terdapat pihak-pihak yang ingin memanfaatkan aksi tersebut untuk mengganggu stabilitas sosial dan politik nasional.
BACA JUGA: Achmad Donny Pimpin PB SEMMI Periode 2026â2029, Jadi Momentum Persatuan
"Indikatornya bisa dilihat dari banyaknya ajakan demo lewat media sosial dengan narasi hoaks. BGN diserang lewat isu korupsi BGN, padahal pelakunya sudah ditangkap," ujarnya.
Donny mengatakan PB SEMMI mendukung program MBG dan keberadaan BGN.
Namun, dukungan tersebut tetap disertai komitmen untuk melakukan pengawasan terhadap tata kelola program.
"BGN sudah melakukan evaluasi total. PB SEMMI bersama masyarakat akan turut mengawasi tata kelola BGN agar semua transparan," katanya. (kkp/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra





Komentar (0)