KPAI Menyiapkan Asesmen Psikologis Siswa Usai Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jakarta

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyiapkan asesmen psikologis bagi siswa setelah ditemukannya sejumlah senjata di lingkungan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis siswa sekaligus memastikan mereka tidak mengalami ketakutan saat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

"KPAI bersama UPTD PPA DKI dan Jaksel akan melakukan asesmen kondisi psikologis siswa bisa dengan klasikal dan yang memungkinkan untuk saat ini," kata Komisioner KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Asesmen Disesuaikan dengan Kondisi Siswa

KPAI akan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DKI Jakarta dan Jakarta Selatan dalam melakukan asesmen.

"Asesmen tersebut dapat dilakukan secara klasikal maupun individual, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan siswa," ucapnya.

Hasil asesmen selanjutnya akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan dan tindakan yang diperlukan bagi para siswa.

KPAI juga akan melibatkan pekerja sosial untuk melihat kondisi siswa secara umum, termasuk keadaan guru dan lingkungan sosial sekolah.

KPAI berharap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menurunkan tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk membantu penanganan di lingkungan sekolah.

KPAI turut meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan organisasi perangkat daerah terkait untuk memberikan layanan psikologis dan memastikan keamanan kegiatan belajar.

Penanganan Hukum Diserahkan kepada Polisi

KPAI menyerahkan pengembangan kasus temuan senjata tersebut kepada Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.

Proses penegakan hukum diminta tetap dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan hak pendidikan anak sebagaimana diatur dalam Pasal 59A Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Bagaimanapun sekolah berkewajiban menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” kata Diyah.

Temuan tersebut sebelumnya membuat pihak sekolah meminta kepolisian melakukan sterilisasi setelah ditemukan 995 pucuk senjata api, VCD porno, serta narkoba di lingkungan sekolah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNPB: Kabut Asap di Malaysia Tidak Sepenuhnya Berasal dari Indonesia
• 21 jam lalu
0
thumb
Foto: Menkes Budi Gunadi Pantau Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Ponpes
• 5 jam lalu
0
thumb
Farizon Siapkan 2 Mobil Listrik untuk Dirakit Lokal di Purwakarta
• 5 jam lalu
0
thumb
Presiden Kolombia Tetapkan Status Darurat Ekonomi
• 44 menit lalu
0
thumb
MK Putuskan NO Gugatan Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Buat Baru
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.