JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa kabut asap yang terjadi di Sarawak, Malaysia tidak sepenuhnya berasal dari wilayah Indonesia.
"Titik hotspot juga terdapat di wilayah Sarawak Malaysia sehingga kabut asap yang ada di sana tidak sepenuhnya dari Indonesia jika kita melihat data sebaran HS dari Sumber FIRM Nasa tanggal 10 Agustus 2026," kata Kepala BNPB, Suharyanto, kepada Kompas.com, Rabu (12/8/2026).
Meski demikian, Suharyanto mengatakan bahwa persebaran titik panas memang ditemukan di kawasan perbatasan kedua negara, yang memungkinkan adanya pergerakan asap lintas batas.
"Memang titik sebaran hotspot ada beberapa titik tersebar di sepanjang perbatasan Indonesia dan Malaysia sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pergerakan asap kebakaran menyebar dan masuk ke wilayah Sarawak Malaysia," ujarnya.
Baca juga: BNPB Siagakan 10 Helikopter Water Bombing Tangani Karhutla di Kalimantan
Guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam negeri, Pemerintah Indonesia terus memperkuat penanganan di wilayah rawan seperti Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui pengerahan personel darat maupun udara.
Pemerintah menyiagakan Satgas Udara dengan 10 Helicopter Water Bombing, 5 Helicopter Patroli dan 2 pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalbar dan Kalteng.
"Pada bulan April 2026 juga telah dilakukan OMC serta ditambah kekuatan ribuan personel Satgas Darat menjadi kekuatan utama dalam pengendalian Karhutla yang ada di Kalbar dan Kalteng," ucapnya.
Langkah intervensi cuaca juga terus disiapkan melalui OMC yang bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Pemerintah Indonesia melalui BNPB berkolaborasi dengan BMKG terus melaksanakan OMC dan dalam waktu dekat ini mulai tanggal 13 Agustus 2026 untuk pengendalian Karhutla yang ada di Kalbar dan Kalteng, apabila mendapat rekomendasi dari BMKG adanya potensi awan hujan yang bisa disemai," tuturnya.
Baca juga: Kepala BNPB Sebut Kebakaran Bromo Tersisa 2 Titik Api
Kabut asap ganggu kegiatan belajar di MalaysiaSebelumnya kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sarawak, Malaysia, berdampak pada kegiatan belajar mengajar.
Enam sekolah di kawasan Tebedu, yang berada dekat perbatasan Malaysia-Indonesia, ditutup sementara setelah Indeks Pencemaran Udara (IPU) di wilayah tersebut menembus angka 200.
Enam sekolah yang ditutup adalah Sekolah Kebangsaan (SK) Sejijag, SK Sungai Sameran, SK Tepoi, SK Entubuh, SK Temong, dan SK Tema.
Berdasarkan laporan Harian Metro Malaysia, penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta seluruh warga sekolah.
Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak (JPNS) pada Rabu (12/8/2026) menyatakan, penutupan sekolah dilakukan sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM) terkait kondisi kabut asap.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)