BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut pembangunan jembatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi salah satu yang tersulit.
“Ini ada daerah paling sulit yang kami kerjakan itu di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan,” kata Maruli melaporkan pembangunan jembatan ke Presiden Prabowo Subianto yang hadir secara daring di Desa Ridomanah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026).
Baca juga: TNI AD Bangun 3.008 Jembatan, 9.008 Sekolah dan 7.807 Desa Terakses
Maruli mengatakan, jembatan tersebut memiliki panjang 100 meter dan pembangunannya membutuhkan waktu enam bulan.
Kesulitan utama, kata dia, terletak pada proses pengiriman material.
“Karena pengiriman pasir, semen, dan juga seluruh perlengkapan-perlengkapan harus melalui tongkang,” ungkap dia.
Baca juga: Kapolri Laporkan 874 Jembatan Merah Putih Presisi Selesai Dibangun, Hubungkan 1.314 Desa
Selain itu, kondisi tanah di lokasi yang sebagian besar berupa rawa juga menjadi tantangan.
TNI AD harus memasang pasak untuk memperkuat struktur jembatan karena kondisi tanah yang lunak.
“(Tapi) sudah jadi per hari ini,” ucap Maruli.
Selain OKI, TNI AD tengah membangun jembatan di Termanu, Rote Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 164 meter yang sebelumnya terputus selama lebih dari tiga tahun.
“Sudah tiga tahun mereka terisolir,” ucap Maruli.
Orang nomor satu di TNI AD itu mengatakan, matranya menargetkan pembangunan di Termanu rampung pada Desember 2026.
“Mudah-mudahan ini bisa jadi hadiah Natal buat masyarakat di NTT,” ungkap Maruli.
Diberitakan sebelumnya, Maruli melaporkan kepada Prabowo bahwa TNI AD telah membangun 3.008 jembatan di berbagai daerah di Indonesia.
“2.500 selesai, 508 dalam proses,” kata Maruli di Desa Ridomanah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi kepada Prabowo yang hadir secara daring, Kamis (13/8/2026).
Komentar (0)