Ini Kekuatan dan Kekayaan Ekosistem Emas RI

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Deputi Bidang ESDM, Kemenko Perekonomian RI, Elen Setiadi saat menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) RI mencatat Indonesia kaya akan komoditas emas. Menurut data, RI memiliki sumber daya bijih emas mencapai 17,24 miliar ton dengan cadangan bijih emas primer mencapai 3,46 miliar ton.

Kekuatan akan kekayaan cadangan emas di Indonesia itu bisa dimasukkan ke dalam ekosistem bullion bank yang secara bertahap didorong oleh hilirisasi.

Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi menyampaikan, produksi emas salah satuny dihasilkan dari anak-anak usaha MIND ID seperti PT Antam Tbk (ANTM) dan juga PT Freeport Indonesia (PTFI).


Baca: Kementerian Investasi Buka-bukaan Soal Strategi Hilirisasi Emas

"Freeport misalnya (tidak terdengar) Dari copper tembaga, kemudian bisa diutilisasi sampai emas, kemudian bisa lagi dimanfaatkan oleh sebagainya. Bahkan emas ini, kemudian dimasukkan ke dalam sistem bullion," terang Elen dalam acara Mindialogue 2026, Kamis (13/8/2026).

"Nah dalam sistem bullion bank inilah yang ekosistem itu secara bertahap bisa mendorong, bagaimana kita bisa melakukan kecepatan hilirisasi," jelas Elen.

Dalam paparan Elen, selain sumberdaya emas yang disebutkan di atas, produksi emas di Indonesia mencapai 53,5 ton - 86,2 ton per tahun.

Produksi

- Antam

Produksi: 0,7 - 1 ton

Kapasitas refinery: 150 ton

- Freeport Indonesia

Produksi: 33 ton

Kapasitas penuh: 50 ton

- Amman Mineral

16 ton - 18 ton

- J Resources

Produksi: 2,4 - 2,7 ton

- Merdeka Copper Gold

Produksi: 2,9 ton

- Archi Indonesia

Produksio: 2,6 ton

- PT Agincourt Resources

Produksi: 5,9 ton - 6,8 ton

- BRMS

Produksi: 2,2 ton

Kebutuhan

190 ton - 200 ton per tahun

  • Industri perhiasan 30 ton/tahun
  • Masyarakat (Pegadaian&BSI) 60-70 ton/tahun
  • Pedagang emas digitan 60 ton/tahun
  • Emas batangan (Antam) 40 ton/tahun

Cadangan Emas Bank Sentral

78,6 ton (peringkat 40 dunia) WGC, 2020

Baca: BKPM Beberkan Strategi Tarik Investasi Proyek Hilirisasi Strategis

Elen mencatat, bahwa kapital emas Indonesia kemungkinan bisa mencapai Rp 1.800 triliun. Hal ini jika ditambah dengan penguatan cadangan devisa emas di Bank Indonesia (BI).

N"ah ini yang kita harapkan ke depan, ekosistem yang terbentuk, hulu, tengah, hilirnya itu bisa berjalan beriringan dengan pengembangan-pengembangan. Saya yakin sumber daya yang tadi ada yang formal, ada yang tidak formal, ada yang ilegal ini tertata dengan baik. Maka kami yakin ke hulunya juga nanti market kemudian masyarakat dan BI ini akan tercipta lebih baik," tegas Elen

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis BKPM Heldy Satrya Putera menyebutkan bahwa emas masuk dalam daftar komoditas prioritas yang harus dikembangkan ekosistemnya. Ia menegaskan pihaknya tengah memetakan potensi integrasi dari hulu hingga ke industri pengguna akhir di dalam negeri.

"Emas ini juga merupakan salah satu komoditas yang kita dorong hilirisasi. Kenapa? Jadi saat ini kita banyak sebetulnya menggunakan atau memanfaatkan emas, mengolah emas itu baru untuk satu, perhiasan. Yang kedua kita mengolahnya hanya untuk kebutuhan investasi karena kita mau simpan emasnya," katanya dalam acara Mindialogue 2026, di Jakarta, dikutip Kamis (13/8/2026).

Selama ini pemanfaatan emas di Indonesia dinilai masih konvensional melalui pembuatan perhiasan hingga sebagai cadangan devisa. Padahal, menurutnya emas memiliki peran sebagai komponen dalam industri elektronik modern, termasuk sebagai bahan pendukung produksi semikonduktor.

"Nah sebetulnya emas ini dibutuhkan juga untuk industri elektronik. Gitu. Untuk pembuatan produk-produk ya seperti semi konduktor itu juga butuh walaupun tidak besar jumlahnya mungkin dibandingkan dengan bahan baku yang lainnya," ujarnya.

Pihaknya menargetkan ketersediaan seluruh bahan baku pendukung hilirisasi tersedia secara mandiri di dalam negeri. Ketersediaan sumber daya yang terjamin diharapkan dapat meningkatkan keyakinan para investor global untuk membangun fasilitas manufaktur termasuk basis emas di Tanah Air.

"Kita usahakan kalau bisa memang seluruh bahan bakunya itu tersedia di Indonesia. Ini untuk memberikan keyakinan lagi, kepastian lagi kepada para investor bahwa apabila Anda membangun industri ini maka kebutuhan-kebutuhan bahan bakunya itu dapat kami pastikan akan tersedia," tandasnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Geopolitik Bikin Cemas, Kilau Emas Jadi Simbol Kedaulatan Negara

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemlu Tegaskan Latihan AL Tiongkok-Indonesia sebagai Diplomasi Maritim
• 44 menit lalu
0
thumb
Dampak El Nino Godzilla Tidak Sama, Simak Tingkat Kekeringan Tiap Wilayah
• 23 jam lalu
0
thumb
Prediksi PSG vs Aston Villa: Head to Head, Susunan Pemain dan Perkiraan Skor
• 23 jam lalu
0
thumb
Alasan Hakim Tunda Sidang Praperadilan Lodewyk Pusung Hari Ini
• 23 jam lalu
0
thumb
4 Artis Indonesia yang Pernah Jalani Operasi Usus Buntu, Ada yang Sampai Pecah
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.