Hasil Ekshumasi Sutrimo, Tim Forensik Blak-blakan Soal Indikasi Kekerasan

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Tim dokter forensik membeberkan hasil sementara ekshumasi jenazah Sutrimo (40) yang dilakukan pada Rabu 12 Agustus 2026.

Dari pemeriksaan luar dan dalam secara visual, tim forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Sutrimo.

Ketua Tim Dokter Forensik, Ahmad Yudianto, mengatakan jenazah yang diperiksa merupakan laki-laki berusia 40 tahun dengan panjang badan 166 sentimeter.

"Dari hasil pemeriksaan kami, hasil ekshumasi dan autopsi yakni jenazah laki-laki umur 40 tahun dengan panjang badan 166 sentimeter. Dalam pemeriksaan luar dan dalam, secara visual, tidak mendapatkan tanda-tanda kekerasan tumpul dan kekerasan tajam," kata Yudianto dalam konferensi pers, dikutip Kamis 13 Agustus 2026.

Meski demikian, temuan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian Sutrimo.

Yudianto menjelaskan, tim masih harus melakukan sejumlah pemeriksaan laboratorium, meliputi patologi, toksikologi, dan DNA.

"Untuk proses finalisasi masih terus berlangsung menunggu hasil sampai dari pemeriksaan laboratorium tersebut," jelasnya.

Hasil akhir pemeriksaan diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Proses tersebut membutuhkan waktu karena jenazah Sutrimo telah mengalami pembusukan.

Dalam ekshumasi, tim mengambil sampel dari hampir seluruh bagian tubuh Sutrimo. Sebanyak 23 sampel dikumpulkan, mulai dari bagian kepala hingga tubuh bagian atas.

"Sehingga ini perlu dilakukan pemeriksaan di laboratorium secara detail. Jadi perkiraannya (hasil ekshumasi) 2-3 minggu dari hasil laboratoriumnya," katanya.

Tim Periksa Dugaan Busa dari Hidung dan Mulut

Selain mencari penyebab kematian, tim forensik juga menindaklanjuti informasi mengenai dugaan keluarnya buih dari hidung dan mulut Sutrimo ketika meninggal dunia.

Yudianto mengatakan tim melakukan swab untuk mengetahui apakah masih terdapat sisa material yang dapat menjelaskan kondisi tersebut.

"Memang informasi yang kami terima, jenazah Sutrimo mengeluarkan buih dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Tapi saat kami melakukan ekshumasi sudah tidak ada lagi," ujar dia.

"Tetapi kami mencoba melakukan pemeriksaan laboratorium, apakah masih ada sisa-sisa, nanti kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut," sambungnya.

Pemeriksaan terhadap sampel tersebut nantinya mencakup patologi, toksikologi, maupun DNA. Hasil laboratorium akan menjadi bagian dari proses penentuan penyebab kematian Sutrimo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
RI Mau Bangun Pusat Ekonomi Baru di Batam dan Sulbar, Ini Lokasinya
• 20 jam lalu
0
thumb
Lowongan Kerja ASDP Cabang Balikpapan Masih Dibuka untuk 2 Posisi, Ini Syaratnya
• 3 jam lalu
0
thumb
Korpri Makassar Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Kandea
• 18 jam lalu
0
thumb
Periksa Saksi dari Perbankan, Kejagung Usut Transaksi Kasus TPPU Febrie
• 14 jam lalu
0
thumb
Maulid Nabi 2026 tanggal berapa? Ini jadwal dan hari liburnya
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.