Harga Minyak Mentah Naik Tipis, OPEC-IEA Pangkas Proyeksi Permintaan

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan Rabu (12/8), di tengah berlanjutnya serangan terhadap kapal di kawasan Timur Tengah serta belum adanya perkembangan berarti dalam upaya mengakhiri perang Iran.

Dikutip dari Reuters, Kamis (13/8), kenaikan harga minyak tertahan setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026.

Kontrak minyak Brent ditutup naik 7 sen menjadi USD 88,98 per barel. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) juga naik 7 sen menjadi USD 83,27 per barel.

Kekhawatiran pasar meningkat setelah seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada pembicaraan antara Iran dan AS untuk memperpanjang gencatan senjata. Teheran bahkan menyatakan kesepakatan tersebut tidak memiliki tanggal mulai sehingga tidak ada yang perlu diperpanjang.

Situasi tersebut membuat pasar kembali mencemaskan kemungkinan terganggunya distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

“Penguatan harga minyak terjadi karena pasar semakin meragukan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat untuk mengurangi gangguan aliran minyak mentah dari kawasan tersebut atau mencegah konflik kembali meningkat,” kata Head of Business Development XS.com Simon-Peter Massabni.

Kekhawatiran pasar juga dipicu oleh serangan terhadap kapal di dua jalur pelayaran penting, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Amerika Serikat dan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran melaporkan adanya serangan terhadap kapal di kedua jalur tersebut pada Selasa (11/8).

Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz turun menjadi delapan kapal pada Selasa (11/8). Jumlah tersebut turun jauh di bawah kondisi sebelum perang, ketika sekitar 125-140 kapal melintas setiap hari.

Penurunan lalu lintas kapal tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global karena gangguan di Selat Hormuz dapat menghambat pengiriman minyak dari negara-negara produsen utama di Timur Tengah.

OPEC dan IEA Pangkas Proyeksi Permintaan

OPEC dalam laporan pasar minyak bulanannya memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 menjadi sekitar 580.000 barel per hari. Sementara itu, IEA memperkirakan permintaan minyak dunia justru akan mengalami kontraksi sekitar 1,6 juta barel per hari pada tahun ini.

Meski permintaan diproyeksikan turun, IEA memperkirakan pasokan minyak dunia juga akan berkurang sekitar 4,3 juta barel per hari. Kondisi tersebut berpotensi membuat pasar mengalami defisit sekitar 1,27 juta barel per hari pada 2026.

Manager Portofolio di Gabelli, Simon Wong, menilai penurunan proyeksi permintaan tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan. Sejumlah kilang, terutama di Asia, kesulitan mendapatkan minyak mentah karena pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu. Keterbatasan pasokan tersebut membuat perusahaan kilang mengurangi aktivitas pengolahan minyak.

Menurut Wong, persoalan utamanya adalah seberapa besar penurunan tersebut dan sejauh mana hal itu mencerminkan pengelolaan permintaan sementara dibandingkan dengan hilangnya permintaan secara permanen.

“Pertanyaannya, setelah perang berakhir, seberapa banyak permintaan tersebut akan kembali? Saya rasa tidak semuanya akan kembali,” ujar Wong.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari Amerika Serikat. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS justru meningkat secara tidak terduga pada pekan lalu. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak Januari 2023. Peningkatan stok terutama terjadi karena ekspor minyak mentah AS melemah, sementara impor meningkat tajam.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Mabuk Perkosa Warga di Buton Selatan, Hukuman Maksimal Dinantikan
• 8 jam lalu
0
thumb
BKSDA Sumbar Evakuasi Harimau Sumatera yang Resahkan Warga | SAPA SIANG
• 3 jam lalu
0
thumb
Pangdam Cenderawasih jenguk korban penembakan OPM di Wamena
• 23 jam lalu
0
thumb
Meutya: Kelayakan Penerima Bansos Ditentukan Sistem, Bukan Lagi Lurah
• 2 jam lalu
0
thumb
Senator AS Tuntut Penyelidikan Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.