Senator AS Tuntut Penyelidikan Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat menuntut penyelidikan tentang kondisi di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal induk ini menjadi salah satu kapal induk canggih AS yang dikerahkan selama perang melawan Iran berkecamuk.

Hal ini disampaikan menyusul laporan tentang kekurangan makanan, kerusakan pipa, dan krisis kesehatan mental selama penugasan kapal induk yang memecahkan rekor terlama tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/8/2026), dalam surat kepada Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth pada hari Rabu (12/8) waktu setempat, Senator Richard Blumenthal meminta Angkatan Laut untuk menjelaskan kondisi di atas kapal induk tersebut, yang "telah ditugaskan lebih dari 250 hari tanpa berlabuh selama lebih dari 200 hari, memecahkan rekor hari berturut-turut di laut."

Blumenthal menyuarakan keprihatinannya atas penugasan yang berkepanjangan tersebut. Dia menyoroti adanya "laporan luas tentang kekurangan pasokan kebutuhan dasar, kontaminasi air, masalah pipa, memburuknya kesehatan mental, masalah keselamatan dek dan masalah lain di atas Lincoln."

Baca juga: Awal Mula Bentrokan Maut di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Senada dengan itu, dalam sebuah unggahan di media sosial X, senator Ruben Gallego menyerukan "kunjungan pengawasan resmi dengan Delegasi Senat bipartisan ke USS Lincoln untuk menyelidiki kondisi mengkhawatirkan yang dilaporkan.

USS Abraham Lincoln berangkat dari San Diego, California pada 21 November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan dan dialihkan ke Timur Tengah, sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Dalam dua pertemuan baru-baru ini, para anggota keluarga berselisih dengan pimpinan Angkatan Laut mengenai kondisi sulit, termasuk kekurangan makanan, yang dihadapi oleh 5.000 pelaut dan Marinir di atas Lincoln. Mereka juga menuntut untuk mengetahui kapan orang-orang terkasih mereka akan kembali ke rumah, lapor MSNOW.

Beberapa orang melaporkan adanya masalah kesehatan mental yang parah dan percobaan bunuh diri di atas kapal.

"Kisah-kisah para awak kapal yang mengancam akan melompat dari kapal merupakan peringatan yang menakutkan tentang betapa buruknya situasi yang terjadi: kamar mandi berjamur, air panas yang tidak stabil, makanan dan sabun yang dijatah, toilet yang rusak, dan shift kerja yang melelahkan selama 12 hingga 16 jam tanpa hari libur," tulis Gallego dalam unggahannya pada hari Rabu (12/8).




(ita/ita)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri PU ungkap pemanfaatan asbuton hemat devisa Rp4 triliun setahun
• 23 jam lalu
0
thumb
Dolar AS Pulih usai Sempat Tertekan Data Inflasi
• 6 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hanguskan 21 Rumah di Bengkulu
• 6 jam lalu
0
thumb
Kemlu Paparkan Peran Strategis IORA ke 4.000 Mahasiswa Baru Universitas Andalas
• 3 jam lalu
0
thumb
Nilai Obligasi Daerah Jakarta Naik Jadi Rp 5,6 Triliun
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.