Madjo mencuri perhatian setelah mencetak gol spektakuler pada laga debutnya bersama Aston Villa. Penyerang 17 tahun itu membatalkan keunggulan PSG yang lebih dulu dibuka Khvicha Kvaratskhelia.
Namun, PSG kembali unggul melalui gol Desire Doue sekaligus memastikan kemenangan 2-1. Hasil tersebut membuat PSG menjadi klub ketiga yang mampu mempertahankan gelar UEFA Super Cup setelah AC Milan pada 1990 dan Real Madrid pada 2017. Brian Madjo Cetak Sejarah Madjo menjadi salah satu pemain yang paling menonjol bagi Aston Villa. Selain mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan voli spektakuler di tiang jauh, pemain 17 tahun tersebut juga memiliki peluang untuk mencetak hat-trick.
Penampilan tersebut terasa semakin istimewa karena Madjo baru menjalani debut setelah proses administrasi yang cukup panjang menyusul kepindahannya dari Metz pada Januari.
Emery mengaku terkesan dengan keberanian Madjo dan pemain muda lainnya, George Hemmings, yang mendapat kesempatan tampil dalam pertandingan bergengsi tersebut.
"Pengalaman mereka dan pertandingan seperti hari ini sangat penting," kata Emery.
Menurut Emery, Madjo mendapatkan kesempatan tampil karena menunjukkan etos kerja dan perkembangan positif selama pramusim.
"Brian bermain hari ini karena selama pramusim dia menunjukkan kapasitasnya untuk bekerja," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Emery berharap pengalaman menghadapi PSG dapat menjadi modal bagi para pemain muda untuk terus berkembang dan tampil konsisten di level tertinggi.
"Realitasnya adalah mereka harus terus konsisten dan mempertahankan level penampilan yang mereka tunjukkan hari ini," tuturnya. Emery Puas dengan Performa Pemain Muda Selain Madjo, Emery juga memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda Aston Villa. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mengembangkan kedalaman skuad.
"Saya sangat, sangat senang karena kami menggunakan beberapa pemain muda yang sudah berlatih bersama kami tahun lalu tetapi belum banyak bermain," kata Emery.
Ia menilai para pemain tersebut mulai menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing untuk mendapatkan tempat di tim utama.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi mereka menunjukkan bahwa mereka bisa semakin dekat untuk bermain," tambahnya.
Emery juga harus berhati-hati dalam menentukan komposisi pemain karena sejumlah pemain utama belum sepenuhnya siap tampil.
Watkins, Martinez, dan Konsa Segera Kembali
Ollie Watkins, Emiliano Martinez, dan Ezri Konsa belum dimainkan karena mendapatkan waktu libur tambahan setelah memperkuat negaranya di Piala Dunia.
Emery memastikan ketiganya dijadwalkan kembali mengikuti latihan pada akhir pekan.
"Kami memainkan satu pertandingan hari ini untuk memperebutkan trofi dan kami memutuskan memainkan pemain yang sudah siap," jelas Emery.
"Kami mencoba menghindari risiko terhadap beberapa pemain. Mereka tentu sangat penting, tetapi bagaimana kami mengelola para pemain juga penting," lanjutnya.
Emery bahkan mengungkapkan bahwa Watkins sebenarnya ingin tampil menghadapi PSG. Namun, sang pelatih memilih memberikan waktu istirahat tambahan kepada striker tersebut.
"Watkins ingin bermain. Saya mengatakan kepadanya untuk tetap beristirahat," ungkap Emery. Emery Bangga Meski Villa Gagal Juara Secara permainan, Emery menilai Aston Villa mampu memberikan perlawanan sengit kepada PSG. Ia puas dengan respons taktik anak asuhnya ketika menghadapi juara Liga Champions tersebut.
"Hari ini saya pikir tim merespons secara taktik dengan fantastis. Mereka mampu menghadapi PSG secara langsung," ujar Emery.
Meski demikian, Emery tidak menutupi kekecewaannya karena Aston Villa datang dengan target memenangkan trofi.
"Saya ingin trofi ini, tetapi saya harus mempersiapkan pertandingan sesuai dengan situasi yang ada," katanya.
"Saya bangga kepada para pemain. Tetapi ini bukan kemenangan. Kami bermain untuk sebuah trofi," tegas Emery. Luis Enrique Tambah Koleksi Trofi PSG Di kubu PSG, kemenangan atas Aston Villa semakin mempertegas kesuksesan era Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol tersebut kini telah mengoleksi 13 trofi sejak mengambil alih PSG pada 2023.
Luis Enrique memuji mentalitas anak asuhnya yang mampu melewati pertandingan sulit melawan Aston Villa.
"Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Namun, kami mampu bermain seperti yang kami lakukan karena para pemain menunjukkan siapa mereka sebenarnya," kata Luis Enrique.
Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi gambaran karakter PSG yang terus berkembang.
"Ini adalah demonstrasi dari apa yang dimiliki tim ini. Inilah DNA kami. Dan para suporter membantu kami memenangkan trofi," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)






Komentar (0)