Grid.ID - Inilah sejarah terbentuknya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau yang disingkat Paskibraka. Terbentuknya Paskibraka ternyata berkat pemikiran salah satu tokoh penting bernama Husein Mutahar.
Seperti diketahui, Hari Kemerdekaan Indonesia akan kembali diperingati pada 17 Agustus 2026. Tahun ini, Indonesia memasuki peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Peringatan HUT RI bukan hanya menjadi momen untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Salah satu tradisi yang selalu menjadi bagian penting dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan adalah pengibaran Sang Saka Merah Putih. Dalam prosesi tersebut, terdapat pasukan khusus yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera pusaka, yakni Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka.
Keberadaan Paskibraka kini sudah sangat melekat dengan peringatan HUT RI. Namun, tahukah Anda bahwa pembentukan Paskibraka ternyata memiliki sejarah panjang dan tidak lepas dari pemikiran seorang tokoh penting?
Asal-usul Terbentuknya Paskibraka
Melansir Kompas.com, gagasan Paskibraka awalnya muncul pertama kali pada 1946. Hal ini bermula saat Presiden Soekarno memanggil salah satu ajudannya, yaitu Mayor Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara kenegaraan peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.
Kala itu, Mutahar lantas mengusulkan agar proses pengibaran Bendera Pusaka dilakukan oleh para pemuda Indonesia. Namun, karena pada masa itu Indonesia masih dalam kondisi yang belum kondusif, Mutahar hanya menunjuk lima orang pemuda, terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki. Kelima pemuda inilah yang ditunjuk untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Perkembangan Paskibraka
Pada masa Orde Baru, tepatnya tahun 1967, Husein Mutahar yang sudah menjabat sebagai Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk kembali mengurus Paskibraka.
Pada masa ini lah, terbentuk kategori pasukan anggota Paskibraka dengan formasi 17-8-45 yang masih digunakan hingga sekarang:
Pasukan 17 (bagian depan)
Pasukan 8 (pembawa bendera)
Pasukan 45 (sebagai pengawal)
Kendati begitu, penamaan paskibraka baru muncul pada 1973. Tokoh yang mengusulkan nama Paskibraka adalah Idik Sulaeman, yang merupakan pembina pasukan pengibar bendera.
Adapun nama Paskibraka berasal dari tiga suku kata, yaitu “pas”, berarti pasukan, “kibra”, berasal dari pengibar bendera, dan “ka” dari kata pusaka. Dari asal-usul itulah kemudian lahir nama Paskibraka.
Sosok Husein Mutahar
Husein Mutahar adalah perwira angkatan laut, komponis, sekaligus diplomat ini merupakan tokoh yang merancang konsep pasukan pengibar bendera yang kemudian berkembang menjadi Paskibraka. Melansir TribunJatim.com, Husein Mutahar memiliki nama lengkap Sayyid Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim Al-Mutahar.
Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 5 Agustus 1916. Masa kecilnya ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), dilanjutkan ke MULO dan Algemene Middelbare School (AMS) di Yogyakarta.
Selain menempuh pendidikan formal, ia juga belajar agama di pesantren sebelum sempat berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Namun, pendidikannya tidak selesai karena memilih bergabung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pada masa revolusi, Mutahar turut terlibat dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang. Setelah itu ia dipercaya menjadi sekretaris Panglima Angkatan Laut Republik Indonesia di Yogyakarta.
Demikianlah asal-usul terbentuknya Paskibraka. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)