FLORES TIMUR, iNews.id - Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus, Rabu (12/8/2026) sore. Kolom abu letusan teramati membubung setinggi sekitar 600 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Fransiskus Xaverius Masan, erupsi terjadi pukul 16.54 WITA. Kolom letusan mencapai ketinggian sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Abu vulkanis bergerak ke arah barat daya dan barat. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada seismograf. Erupsi memiliki amplitudo maksimum 29,6 milimeter dengan durasi 115 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 16:54 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 600 meter di atas puncak," tulis PVMBG.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat maupun wisatawan tidak beraktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Baca Juga:Komjak Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie AdriansyahMasyarakat di sekitar gunung juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
PVMBG turut mengingatkan potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kewaspadaan terutama ditujukan untuk wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru dan Nawakote.
Warga yang terdampak hujan abu juga diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, maupun PVMBG Badan Geologi.
#regional





Komentar (0)