KOMPAS.TV - Dampak musim kemarau panjang yang melanda Provinsi Gorontalo dalam dua bulan belakangan terus meluas.
Warga mengalami krisis air bersih, dan sektor pertanian juga turut terancam.
Dampak musim kemarau panjang yang terjadi selama tiga bulan belakangan di Gorontalo terus meluas.
Hingga kini, BPBD mencatat ada sekitar 16 ribu warga yang mengalami krisis air bersih di Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara.
Lahan pertanian juga mengalami kekeringan, terutama lahan tadah hujan.
Sistem irigasi yang ada menunjukkan penurunan debit air yang cukup signifikan, membuat pengairan harus menggunakan alat bantu tambahan.
Tim Gerak Cepat dan sambungan hotline disiapkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi musim kemarau panjang ini.
Kekeringan akibat musim kemarau meluas hingga 6 kecamatan. Ratusan warga di kawasan di Desa Panduman, Jember, Jawa Timur, andalkan bantuan air untuk kebutuhan sehari-hari. Debit air sumur menyusut meski pengerukan untuk memperdalam sumur telah dilakukan.
Kekeringan yang terjadi di musim kemarau meluas ke sejumlah daerah hingga kawasan Jember Utara, salah satunya di Dusun Sumber Tengah, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Jember, Jawa Timur.
Debit air sumur tradisional milik warga menyusut, meski upaya pengerukan telah dilakukan hingga kedalaman 15 meter.
Meski sejumlah sumur mengeluarkan air setelah dilakukan pengerukan, namun debit air tetap kecil dan air berwarna kekuningan mengeluarkan bau.
Untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, warga mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD yang dikirim dua hari sekali, namun tidak mencukupi kebutuhan. Mereka tetap harus mengambil air dengan berjalan 3 kilometer.
Warga berharap pemerintah membuatkan sumur bor atau pipanisasi agar warga tidak kekurangan air bersih yang terjadi setiap tahun di musim kemarau.
Baca Juga: Pemda Berprestasi Batch 2 Regional Sumatera, Kemendagri Bakal Beri Penghargaan dalam 4 Kategori
#kemarau #kekeringan #krisisairbersih
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- kekeringan
- krisis air bersih
- gorontalo
- jember
- kemarau
- bpbd






Komentar (0)