Seorang politisi dan mantan anggota parlemen Thailand, Chalong Riewreang, sempat menelepon seorang jurnalis kenalannya yang kebetulan sedang siaran langsung setelah dirinya menembak mati seorang pejabat Provinsi Nonthaburi, Tongchai Yenprasert, dalam insiden yang menggemparkan pada Senin (10/8) pagi.
Chalong yang merupakan politisi ternama di Nonthaburi dan mantan anggota parlemen daerah tersebut, telah ditangkap kepolisian dan telah mengakui perbuatannya tersebut. Korban penembakan diidentifikasi sebagai kepala kantor Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi.
Menurut keterangan Kepolisian Thailand, seperti dilansir Bangkok Post dan The Independent, Rabu (12/8/2026), Chalong sempat menelepon seorang jurnalis dan presenter berita televisi Naew Na, Anchalee Paireerak, setelah dirinya menembak Tongchai untuk mengakui perbuatannya.
Anchalee, yang juga dikenal sebagai komentator politik ternama, kebetulan sedang melakukan live broadcast via YouTube, ketika panggilan telepon terjadi pada Senin (10/8). Namun live broadcast itu tetap berlanjut saat Anchalee menerima panggilan telepon Chalong.
Pada saat itu, menurut keterangan kepolisian, Chalong memberitahu Anchalee via telepon bahwa dirinya baru saja melepaskan sekitar lima tembakan ke arah Tongchai, yang juga merupakan mantan pejabat kepolisian berpangkat Kolonel Polisi.
"Anda baru saja menembaknya? Apakah dia meninggal dunia? Apakah dia tewas?" tanya Anchalee kepada Chalong, seperti terdengar dalam live broadcast tersebut. Para penonton live broadcast tidak bisa mendengar suara Chalong.
Anchalee kemudian meminta Chalong untuk menjatuhkan senjata apinya, menenangkan diri, dan menunggu polisi tiba di lokasi.
"Jangan pergi ke mana-mana, Anda harus menunggu polisi di sana, jangan berpindah tempat," kata Anchalee kepada Chalong.
Sementara itu, staf televisi Naew Na menghubungi kantor Kepolisian Ratanathibet yang memegang yurisdiksi untuk lokasi penembakan tersebut.
(nvc/ita)






Komentar (0)