Polisi Ekshumasi Makam Sutrimo di Banyumas Hari Ini

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Polres Banyumas melakukan proses ekshumasi atau pembongkaran makam Sutrimo di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantaragung, Desa Walahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu, 12 Agustus 2026, pagi.

Sutrimo diketahui merupakan mantan Kepala Rumah Tangga dari eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Langkah hukum ini diambil untuk mengungkap penyebab pasti kematian almarhum yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.

Proses ekshumasi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dijadwalkan berlangsung selama empat hingga lima jam. Tim medis dan forensik dipimpin langsung oleh Kabid Dokkes Polda Jateng sekaligus ahli forensik kenamaan, Brigjen Pol Dr. Sumy Hastry Purwanti.

Berdasarkan pantauan jurnalis Metro TV, Ica Ervina di lokasi, area pemakaman dijaga ketat oleh 183 personel kepolisian guna memastikan proses autopsi ulang berjalan lancar. Warga sekitar yang penasaran juga tampak memadati area di luar garis polisi.
 

Baca Juga :

LPSK akan Menawarkan Hak Perlindungan dan Pendampingan bagi Keluarga Sutrimo
  Dugaan Kematian Tidak Wajar
Kasus ini mencuat setelah Sutrimo ditemukan meninggal dunia di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Pihak keluarga yang mencium adanya ketidakwajaran kemudian melaporkan hal tersebut kepada pihak berwenang.

Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji sempat menyatakan bahwa jika hasil forensik tidak menemukan unsur pidana atau ketidakteraturan, maka penyidikan dapat dihentikan. Namun, saat ini status kasus telah dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Dalam proses pembongkaran makam ini, pihak keluarga inti tidak hadir secara langsung di pemakaman. Kehadiran keluarga diwakili oleh kuasa hukum, Aan Rohaini, beserta adik dan keponakan almarhum.

Setelah proses autopsi selesai, tim gabungan direncanakan akan menggelar konferensi pers di Polres Banyumas untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Meski demikian, hasil laboratorium forensik diperkirakan baru akan keluar dalam beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNI AU Kaji Jalan Tol sebagai Alternatif Landasan Pesawat, Kadispenau: Tetap Utamakan Keselamatan
• 19 jam lalu
0
thumb
Menyusuri Lini Masa Kesenian Jakarta
• 5 jam lalu
0
thumb
Herlambang: Dukung Pemerintah Menyelesaikan Masalah PPPK, PPPK Paruh Waktu, Honorer
• 21 jam lalu
0
thumb
Dugaan korupsi Rp4 M, rumah ketua UPK Pagedongan digeledah Kejari
• 13 jam lalu
0
thumb
Purbaya Pede Dana Asing yang Masuk PFII Berpotensi Tembus Rp 500 Triliun
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.