Dalam beberapa hari terakhir, Topan kuat “Dolphin” melanda Zhejiang, Tiongkok, dan terus membawa hujan deras ke wilayah Tiongkok bagian timur. Sejumlah wilayah di Shanghai dan Wuxi dilanda banjir parah, sehingga sebagian layanan kereta bawah tanah, bus, dan kereta api terpaksa dihentikan. Banyak warga Shanghai menggambarkan bahwa hujan deras kali ini nyaris mengubah “Shanghai” menjadi “lautan”. Seiring sirkulasi sisa topan terus bergerak ke utara, hujan lebat selanjutnya kemungkinan akan berdampak pada Henan, Shandong, serta wilayah Beijing-Tianjin-Hebei.
EtIndonesia.com Jalan-jalan berubah menjadi seperti saluran air, sementara kendaraan hanya dapat melaju perlahan menerobos genangan. Setelah Topan “Dolphin” mendarat di pesisir Zhejiang pada 9 Agustus, topan tersebut terus membawa hujan deras, dan laporan banjir bermunculan dari Shanghai, Jiangsu, serta sejumlah wilayah lainnya.
Pada pagi 10 Agustus, Shanghai menaikkan peringatan hujan lebat untuk wilayah pusat kota menjadi peringatan oranye. Di sejumlah daerah, curah hujan yang terakumulasi selama enam jam diperkirakan akan melebihi 150 milimeter.
Akibat pengaruh pita hujan spiral topan, sejumlah wilayah Shanghai mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Di beberapa bagian Jinshan, curah hujan kumulatif telah melebihi 250 milimeter. Hingga siang 10 Agustus, banyak ruas jalan, kawasan permukiman, dan jalan bawah tanah di seluruh kota telah tergenang.
Changning International Plaza bahkan mengalami aliran balik air hujan. Toko-toko dan area parkir di lantai bawah tanah tiga sempat terendam parah, dengan ketinggian air hampir mencapai lutut. Seorang pemilik toko mengatakan bahwa setelah tinggal di Shanghai selama lebih dari 10 tahun, ini adalah pertama kalinya ia menghadapi volume air sebesar itu.
Situasi di Wuxi, Provinsi Jiangsu, juga cukup parah. Pada jam sibuk pagi 10 Agustus, wilayah tersebut dilanda hujan ekstrem yang memecahkan rekor. Curah hujan per jam sempat mencapai 53,3 milimeter. Genangan di sejumlah jalan mencapai ketinggian roda kendaraan, menyebabkan banyak mobil mogok di tengah perjalanan. Bahkan, beberapa pemilik kendaraan memilih meninggalkan mobil mereka begitu saja di jalan. Sejumlah tempat parkir bawah tanah juga mengalami banjir akibat air hujan yang masuk kembali.
Akibat genangan tersebut, sebagian stasiun kereta bawah tanah, jalur bus, dan layanan kereta api di Wuxi sempat dihentikan.
Meskipun Topan “Dolphin” secara bertahap melemah, sirkulasi sisa topan terus bergerak ke utara. Zhejiang, Henan, Hebei, dan Shandong diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan deras dalam beberapa waktu ke depan.
Badan Meteorologi Beijing juga mengeluarkan peringatan oranye hujan lebat pada pagi 10 Agustus. Diperkirakan Beijing akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat mulai sore 11 Agustus hingga siang 13 Agustus, dengan periode hujan terkuat diperkirakan terjadi dari dini hari hingga malam 12 Agustus.
Dilaporkan oleh Liu Jiajia, New Tang Dynasty Television.






Komentar (0)