JAKARTA, DISWAY.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong dilakukan asesmen psikologis terhadap para siswa setelah polisi kembali menemukan 30 item yang berkaitan dengan senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, mengatakan asesmen diperlukan untuk memastikan kondisi psikologis siswa pasca temuan ratusan senjata, termasuk senjata api, airsoft gun, serta temuan narkoba di lingkungan sekolah.
"Temuan sementara anak-anak membutuhkan asesmen pendampingan agar tidak mengalami ketakutan bersekolah," kata Diyah saat dikonfirmasi, Selasa 11 Agustus 2026.
BACA JUGA:Komisi XII DPR RI Kunjungi PLN Indonesia Power UBP Jatigede, Bahas Energi hingga Pemberdayaan Warga
Menurutnya, pihaknya bersama UPTD PPA DKI Jakarta dan UPTD PPA Jakarta Selatan akan melakukan asesmen terhadap kondisi psikologis siswa.
Tujuannya agar dapat dilakukan secara klasikal maupun dengan metode lain yang dinilai memungkinkan sesuai kondisi di lapangan.
Setelah asesmen dilakukan, hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan dan tindakan selanjutnya bagi para siswa.
Tak hanya itu, KPAI juga akan melibatkan pekerja sosial untuk melihat kondisi siswa secara lebih menyeluruh, termasuk kondisi guru dan lingkungan sosial di sekolah.
"Kemudian KPAI mengajak pekerja sosial untuk turun melihat kondisi siswa secara umum, berikut kondisi guru dan lingkungan sosial," ujar Diyah.
BACA JUGA:BPK Puji Tata Kelola Keuangan BSSN, Jadi Contoh Lembaga Pemerintah Paling Responsif
Selain itu, KPAI berharap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dapat menurunkan tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Menurutnya, siswa saat ini berada dalam situasi yang dapat dikategorikan sebagai kondisi darurat sehingga aspek keamanan dan kenyamanan dalam proses belajar perlu segera dipulihkan.
"KPAI mengajak pekerja sosial utk turun melihat kondisi siswa secara umum berikut kondisi guru dan lingkungan sosial. Semenatra untuk kemendikdasmen KPAI berharap agar tim SPAB satuan pendididkan aman bencana bisa diturunkan karena anak-anak termasuk kondisi situasi darurat," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi menemukan 995 airsoft gun dan satu pucuk senjata api di ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan.
Barang yang ditemukan sebelumnya terdiri dari 776 revolver airsoft gun, 215 pistol airsoft gun, dan empat senapan angin.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)