Menko PMK Sebut Masih Tersisa Dua Titik Api Karhutla Bromo, Pemadaman Dikebut

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pemadaman terhadap dua titik tersebut terus dikebut agar api segera dapat dipadamkan.

Menko PMK Sebut Masih Tersisa Dua Titik Api Karhutla Bromo, Pemadaman Dikebut (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan masih tersisa dua titik api dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pemadaman terhadap dua titik tersebut terus dikebut agar api segera dapat dipadamkan.

Pratikno menyampaikan hal itu saat meninjau langsung dan memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di kawasan TNBTS, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga:
Erick Thohir dan Pramono Bertemu, Bahas Persiapan Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Menurut Pratikno, penanganan yang dilakukan tim gabungan telah menunjukkan hasil signifikan. Jumlah titik api yang sebelumnya mencapai 34 titik kini telah berkurang menjadi dua titik.

“Memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Sebelumnya sudah mencapai 34 titik, sekarang tinggal dua titik api seperti yang bisa kita lihat di belakang,” ujar Pratikno di lokasi peninjauan.

Baca Juga:
Harga Jual Rata-rata Timah Melonjak 52 Persen Dorong Kenaikan Pendapatan TINS hingga 146,9 Persen

Kehadiran Menko PMK di lokasi merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Kepala Negara untuk memastikan bencana kebakaran di Bromo dan di daerah-daerah lain tertangani dengan cepat agar ekosistem dan aktivitas warga segera pulih kembali.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang sangat serius terhadap kebakaran di Bromo dan daerah-daerah lain. Oleh karena itu, kita semua harus bekerja keras. Target waktunya pemadaman harus dilakukan secepat-cepatnya,” kata Pratikno.

Lebih lanjut, Menko PMK menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemadaman manual di lapangan, tetapi juga menyiapkan taktik lanjutan. Salah satunya melalui persiapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“BMKG dan BNPB terus mendeteksi potensi awan dalam beberapa hari ke depan. Jika potensinya mencukupi, BNPB sudah mempersiapkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. Jadi, kita bukan hanya memadamkan sisa api, tapi juga membasahi kawasan untuk mencegah kebakaran berikutnya,” ujar Pratikno.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK juga mengingatkan pentingnya peran aktif, kemandirian, dan kesiapsiagaan seluruh kepala daerah di Indonesia, mengingat potensi bencana hidrometeorologi basah dan kering terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah.

“Energi nasional saat ini terus bergerak. Pemerintah pusat energinya tersebar ke banyak daerah karena bencana kebakaran tidak hanya terjadi di Bromo, dan di sisi lain kita juga masih menangani bencana banjir. Oleh karena itu, saya harapkan para kepala daerah dan pimpinan daerah, TNI dan Polri, semuanya bergerak cepat memadamkan potensi kebakaran sekaligus mencegah terjadinya bencana sejak dini,” tuturnya.

Mengakhiri peninjauannya, Pratikno memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh petugas dan elemen masyarakat yang berada di garda terdepan penanganan bencana.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran pemerintah daerah, Pak Bupati, Pak Sekda, juga kepada jajaran TNI khususnya Pak Danrem, dan Polri, serta seluruh tim pemadam gabungan dan relawan yang sudah bekerja keras luar biasa tanpa kenal lelah menaklukkan api. Dukungan dari masyarakat dan sinergi kita semua adalah kunci utama agar bencana ini segera berlalu, dan agar tidak terjadi bencana berikutnya,” tutur Pratikno.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa yang Terjadi di Kolombia Merupakan yang Terkuat di Negara Itu pada Abad ke-21
• 17 jam lalu
0
thumb
7.050 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, BPBD: 1.077 Karhutla Terjadi
• 17 jam lalu
0
thumb
Pakar Usul Nama RUU Perampasan Aset jadi RUU Melindungi Aset
• 22 jam lalu
0
thumb
Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
• 18 jam lalu
0
thumb
Polri Wujudkan Pelayanan Polantas yang Makin Dekat, Responsif, dan Humanis
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.