CALI, KOMPAS.TV – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia merupakan gempa yang terkuat di negara itu pada abad ke-21. Gempa tersebut menewaskan sedikitnya ratusan orang, merusak ratusan bangunan, dan menyebabkan sejumlah warga terjebak di bawah reruntuhan.
Dinas Geologi Kolombia menyatakan gempa pada Senin (10/8/2026) merupakan gempa terkuat yang tercatat di negara tersebut pada abad ke-21. Gempa juga diikuti sejumlah gempa susulan.
Wilayah Pasifik Kolombia di sekitar pusat gempa berada di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur patahan seismik yang mengelilingi Samudra Pasifik dan menjadi lokasi sebagian besar gempa bumi di dunia.
Kawasan Pasifik, khususnya Choco, merupakan salah satu wilayah termiskin di Kolombia dan berada di tengah hutan lebat.
Sebagian besar wilayah Choco hanya dapat dijangkau menggunakan perahu atau pesawat. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan upaya untuk mengetahui jumlah korban secara keseluruhan.
Baca Juga: Gempa 7,4 M Guncang Kolombia: Setidaknya 132 Orang Tewas, Episentrum di Daratan
Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 40 orang tewas di wilayah Risaralda, tempat Kota Pereira berada. Sebanyak 27 orang lainnya tewas di Valle del Cauca, wilayah tempat Cali berada, termasuk tiga anak-anak.
Sembilan orang juga dilaporkan tewas di Choco, dua orang di wilayah Caldas, dan seorang warga berusia 73 tahun di Antioquia. Belum diketahui secara langsung lokasi 32 korban lainnya.
Gempa tersebut membuat warga Kolombia kembali cemas setelah dua gempa berturut-turut mengguncang negara tetangganya, Venezuela, pada akhir Juni lalu.
Gempa tersebut menghancurkan ratusan bangunan dan menewaskan lebih dari 6.300 orang di Venezuela.
Pada Senin sore, warga mulai melaporkan anggota keluarga mereka yang hilang melalui basis data digital, seperti yang dilakukan warga setelah gempa di Venezuela.
Salah satu basis data mencatat lebih dari 2.000 orang, sebagian besar berasal dari Cali dan Pereira. Jumlah tersebut terus bertambah.
Foto orang hilang seperti seorang ibu muda dan bayinya disebarkan di Pereira. Foto lainnya memperlihatkan seorang perempuan berusia 80 tahun di Cali yang keluarganya berupaya mendapatkan informasi setelah bangunan tempat tinggalnya runtuh.
Baca Juga: Gempa 7,4 M Tewaskan 132 Orang di Kolombia, Kemlu Pastikan Semua WNI Kondisi Aman
Tim pencari bersama warga menyisir sisa-sisa bangunan yang hancur di Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia. Mereka memindahkan potongan beton dan puing-puing lainnya dari satu tangan ke tangan berikutnya dalam barisan panjang relawan.
Warga dan tim penyelamat menyisir reruntuhan untuk mencari korban yang masih hidup. Pemerintah daerah mengatakan sejumlah orang masih terjebak di sekitar 380 bangunan yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, informasi mengenai tingkat kerusakan di wilayah Choco masih terbatas. Wilayah terpencil tersebut melaporkan puluhan orang terluka dan sejumlah bangunan rusak, tetapi belum banyak informasi lainnya yang tersedia.
Sinyal telepon terputus di sejumlah wilayah ibu kota Choco, Quibdo.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- gempa kolombia
- gempa besar
- cincin api pasifik
- gempa terbesar di abad 21
- gempa bumi






Komentar (0)