jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pengembangan pendidikan berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) tidak dapat dipisahkan dari ilmu humaniora.
Menurutnya, langkah pemerintah memberikan afirmasi pada sektor sains dan teknologi sudah berada di jalur yang benar.Kebijakan tersebut dinilai krusial tanpa mengesampingkan peran ilmu-ilmu sosial di perguruan tinggi.
BACA JUGA: ProVisi Gandeng Unpad Kembangkan Inovasi Lewat Workshop STEM Robotika
Hal tersebut ditegaskan Fadli Zon ketika menghadiri acara Simposium Nasional Guru Besar (SNGB) Humaniora di Fakultas Ilmu Budaya UI, Kota Depok, Jabar, Selasa.
"Saya kira afirmasi STEM itu juga sudah tepat. Dan banyak ilmu humaniora sekarang ini yang tidak bisa dipisahkan juga dengan STEM," ujarnya
BACA JUGA: Harumkan Indonesia di Italia, Kharisma Bangsa Raih 29 Penghargaan STEM Olympiad 2026
Jadi kata dia pendidikan STEM itu karena afirmasi. Kalau humaniora ibaratnya tidak perlu afirmasi, karena sudah banyak ahli sebenarnya.
Ia mengatakan fakultas-fakultas atau universitas-universitas yang terkait dengan ilmu-ilmu humaniora atau FISIP dan lain-lain juga sudah banyak.
BACA JUGA: Prabowo Ingin Penerima Beasiswa Diperbanyak, LPDP Prioritaskan STEM
Sehingga lanjut dia tidak memerlukan afirmasi, Memang STEM yang perlu afirmasi seperti Matematika, science, engineering, dan teknologi.
Karena kita dibandingkan dengan negara-negara lain kita tertinggal, sehingga perlu dorongan untuk ahli-ahli roket, ahli rudal, ahli matematika, fisika kuantum dan lainnya, karena kita harus mengejar itu.
Fadli mengatakan untuk di bidang humaniora, humanities, bidang Social, Humanities, Arts, Religion, sama Economics kita sangat kuat.
"Jadi, saya tidak melihat itu ada pertentangan. Yang yang jelas justru yang STEM yang perlu afirmasi," katanya.
Sementara itu Dekan FIB Untung Yuwono mengatakan SNGB Humaniora membahas tentang bagaimana posisi humaniora itu sendiri.
"Kami akan mendiskusikan wacana yang berkembang pada saat ini, seperti yang diperhatikan itu terbatas pada STEM saja," katanya.
Menurut dia akan mencoba mendiskusikan hal ini, kemudian kita nanti akan hasilkan semacam policy brief atau rekomendasi kebijakan yang nantinya akan diajukan kepada Kementerian Kebudayaan dalam rangka memperkokoh posisi humaniora di dalam konteks keilmuan maupun penerapannya di dalam masyarakat.
Para guru besar bidang humaniora dari seluruh Indonesia, mendiskusikan berbagai macam perkembangan keilmuan humaniora untuk sampai pada kesimpulan dan bagaimana interaksi antara humaniora dengan bidang-bidang STEM itu seperti apa sekarang ini.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean





Komentar (0)