Kemenlu Pastikan Semua WNI Dalam Keadaan Aman Pascagempa 7,4 Magnitudo Guncang Kolombia

narasi.tv
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kolombia dalam keadaan aman setelah gempa magnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut pada Senin, 10 juli 2026.

“KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah dalam keterangan tertulisnya, mengutip ANTARA.

Kemlu menyatakan KBRI Bogota akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan para WNI di wilayah terdampak. KBRI juga menyiapkan langkah-langkah darurat apabila terjadi gempa susulan.

Tak hanya itu KBRI Bogota juga mengimbau semua WNI di Kolombia tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi dari sumber resmi, dan menjaga komunikasi dengan KBRI Bogota. Dalam kondisi darurat, para WNI di Kolombia dapat menghubungi hotline KBRI Bogota melalui nomor +57 301 9061706.

Gempa Dahsyat Guncang Kolombia

Gempa dahsyat telah mengguncang Kolombia berpusat di wilayah Choco, sekitar 280 km dari Bogota, dan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah negara itu, termasuk Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.

Gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT (19:34 WIB) dengan episentrum sekitar 5 kilometer (3,1 mil) di sebelah timur kota San Jose del Palmar, menurut data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Lembaga AS tersebut melaporkan gempa terjadi pada kedalaman 107 kilometer (66,5 mil).

Meskipun gempa tersebut berkekuatan besar, Sistem Peringatan Tsunami AS mengumumkan tidak ada tsunami yang diperkirakan terjadi di negara bagian California, Oregon, Washington, atau Alaska, serta meniadakan kemungkinan tsunami melanda Provinsi British Columbia, Kanada.

Pihak berwenang Kolombia mengatakan tidak ada ancaman tsunami di wilayah Pasifik Kolombia.

Berdasarkan terbaru dari laporan Reuters mengutip otoritas setempat pada Selasa, 11 Juli 2026 jumlah korban tewas akibat gempa bertambah menjadi 224 orang, sebelumnya menyebutkan 169 orang tewas dalam bencana tersebut.

Presiden Kolombia sendiri, Abelardo de la Espriella menginstruksikan pemerintah dan pimpinan militer untuk memastikan pendistribusian sumber daya yang diperlukan ke daerah-daerah terdampak.

Baca Juga:Gempa M 7,4 Mengguncang Kolombia, Korban Tewas Dilaporkan Sedikitnya 111 Orang

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KRP rawat tradisi dan perjuangan Reyog jadi warisan budaya dunia
• 5 jam lalu
0
thumb
Gempa Kolombia M 7,4 dan Ancaman yang Juga Mengintai Indonesia
• 13 jam lalu
0
thumb
Anggota DPR kecam promosi miras "Newport" dengan baca ayat Al Quran
• 13 jam lalu
0
thumb
Demokrat Usul Produk Hukum PPHN Cukup Lewat UU, Tak Perlu Ubah Konstitusi
• 7 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Akan Larang Pembelian Pertalite untuk Masyarakat Kaya
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.