Desa Tambakmekar Kembangkan Wisata Alam dan Budaya Lewat Pinus Kujang

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Desa Tambakmekar, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan kearifan lokal melalui Festival Pinus Kujang 2026. Kegiatan yang digelar di kawasan Timman Hill pada 1-2 Agustus 2026 tersebut menggabungkan potensi alam, kesenian, budaya, kuliner, hingga permainan tradisional sebagai daya tarik wisata.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Deden Rizal R mengatakan, pengembangan wisata Tambakmekar perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga tradisi dan warisan lokal.

Baca Juga
  • Diskon 81 Persen Warnai HUT RI, Borobudur hingga Prambanan Ajak Wisatawan Rayakan Kemerdekaan
  • Kemenpar-BI Perkuat Desa Wisata Ramah Muslim untuk Dorong Ekonomi Daerah
  • Pemkab Bangka Barat Dampingi Pokdarwis Kembangkan Potensi Wisata Bukit Kukus

"Festival ini mengangkat tema 'Mulasara Potensi Alam, Kesenian, Budaya, Kuliner, dan Permainan Tradisional'. Melalui Festival Pinus Kujang, diharapkan kearifan lokal dan tradisi yang ada dapat dipelihara, diurus, dan dikembangkan dengan baik," kata Deden Rizal, Selasa (11/8/2026).

Festival Pinus Kujang merupakan kegiatan Program Pengabdian Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah yang mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada 2026.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Selama dua hari, kegiatan tersebut menampilkan sejumlah kesenian tradisional khas Subang, seperti Sisingaan, Singa Abrug, angklung, tari jaipong, dan pencak silat. Pertunjukan tersebut melibatkan mahasiswa serta sanggar seni setempat.

Singa Abrug menjadi salah satu pertunjukan yang ditampilkan dengan menggunakan properti berbahan hasil hutan, seperti bunga rotan, daun pinus, dan daun nanas. Kesenian tersebut sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara kekayaan alam dan budaya masyarakat Tambakmekar.

Rektor Universitas Sangga Buana YPKP Didin Saepudin mengatakan, pengembangan destinasi wisata perlu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi pariwisata.

"Pengembangan destinasi wisata harus mampu memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga bagi ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Keterlibatan UMKM, pelaku seni dan budaya, serta pemerintah daerah di festival ini sejalan dengan misi Tridharma perguruan tinggi," tutur Didin.

Selain kesenian, Festival Pinus Kujang mengangkat potensi gastronomi Desa Tambakmekar. Di bawah pendampingan pakar gastronomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dewi Turgarini, sejumlah produk kuliner khas ditampilkan, antara lain ikan lemeng, olahan jamur, wajit nanas, dan karedok.

Pengembangan kuliner tersebut membuka ruang bagi produk lokal untuk menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Direktur LPPM Universitas Sangga Buana Nenny Hendajany mengatakan, pengembangan destinasi wisata membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan pemerintah.

"Festival ini bukan sekadar acara hiburan, tetapi juga bukti bahwa Desa Tambakmekar mulai naik kelas, dengan tujuan besar membuka pintu Pinus Kujang untuk dunia," tegas Nenny.

Nenny mengatakan, akademisi akan terus mendampingi perangkat desa dalam mengembangkan ekosistem wisata di Tambakmekar. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu desa meningkatkan daya saing destinasi sekaligus menjaga potensi alam dan budaya yang dimiliki.

Festival Pinus Kujang menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi Tambakmekar melalui pendekatan wisata berbasis masyarakat. Perpaduan alam, budaya, kesenian, dan kuliner diharapkan dapat memperkuat posisi desa sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Subang.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
HUT Ke-81 RI Bakal Dikawal Ketat, Paspampres Turunkan 1.147 Personel dan Alutsista Canggih
• 5 jam lalu
0
thumb
BRI JF3 2026: Kolaborasi Internasional untuk Fashion Indonesia ke Pasar Global
• 7 jam lalu
0
thumb
Mendagri Siapkan SE, Bayi Lahir di Luar Faskes Bisa Dapatkan Akta Kelahiran Digital
• 9 jam lalu
0
thumb
Digitalisasi Akta Kelahiran Meluncur, Tito Optimistis Mampu Tutup Celah Pungutan Liar
• 12 jam lalu
0
thumb
Info Lokasi dan Jadwal Pelayanan Mobil Klinik Hewan Keliling DKI Hari Ini
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.