Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran pengurus MUI tingkat kota dan kabupaten dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta Muhammad Faiz Syukron Makmun atau Gus Faiz, disaksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8).
Dalam sambutannya, Pramono mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus MUI DKI yang telah dikukuhkan.
“Saya ingin menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus MUI kota/kabupaten yang tadi dilantik,” kata Pramono dalam sambutannya.
Pramono menilai kehidupan keagamaan di Jakarta selama ini telah berjalan dengan baik. Ia juga menyebut Pemprov DKI memberikan ruang seluas-luasnya bagi organisasi masyarakat (ormas) keagamaan untuk menggunakan Balai Kota sebagai tempat kegiatan.
“Tetapi yang saya lebih bersyukur adalah bahwa hampir semua ormas-ormas keagamaan memang saya membuka ruang seluas-luasnya untuk menggunakan Balai Kota sebagai tempat untuk acara-acara tersebut (keagamaan),” jelas Pramono.
Ia berharap MUI DKI dapat menjadi salah satu penopang utama kehidupan keagamaan di Jakarta serta menjadi contoh bagi MUI di daerah lain.
Pramono juga berharap MUI dapat terus berkontribusi menciptakan suasana kehidupan keagamaan yang membawa keteduhan bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan organisasi ini adalah organisasi salah satu penopang utama keagamaan di Jakarta dan Indonesia harus baik, survive, dan juga membawa keteduhan,” tutur Pramono.
Pram Siapkan Lahan untuk Masjid Kiai Ahmad Dahlan
Pramono juga menyampaikan rencana Pemprov DKI menyediakan lahan untuk pembangunan Masjid Kiai Ahmad Dahlan di Jakarta.
Ia mengatakan rencana tersebut merupakan upaya menjaga keseimbangan dukungan terhadap organisasi keagamaan di Jakarta. Pramono menyebut NU telah memiliki Masjid Hasyim Asy’ari yang akan direnovasi karena mengalami kebocoran.
Menurutnya, perlu ada pula Masjid Kiai Ahmad Dahlan sebagai simbol Muhammadiyah di Jakarta.
“Saya akan sediakan lahannya dan mudah-mudahan bisa mulai dibangun dalam tahun ini atau tahun depan paling lama,” kata Pramono.
Pramono berharap keberadaan dua masjid tersebut dapat menjadi simbol kehidupan keagamaan yang sejuk di Jakarta.
“Kalau itu bisa kita lakukan, maka dua simbol utama itu ada di Jakarta. Dan kalau itu saya yakin lah kehidupan kita pasti akan jauh lebih sejuk,” ujarnya.
Sementara itu, Gus Faiz mengapresiasi kehadiran Pramono dalam pengukuhan pengurus MUI DKI dan jajaran tingkat kota/kabupaten.
Gus Faiz mengaku selama ini dirinya dididik untuk tidak terlalu dekat dengan penguasa. Namun, ia menyebut kepemimpinan Pramono membuat dirinya sulit mempertahankan prinsip tersebut.
“Saya sebagai penceramah itu termasuk penceramah yang sulit, Pak, untuk menjadi tim sukses. Saya termasuk orang yang pernah dididik untuk tidak terlalu dekat dengan penguasa,” kata Gus Faiz.
“Tapi hari ini agak berbeda, karena sosok Gubernur DKI (Pramono Anung) ini menyulitkan saya untuk memegang tradisi itu. Saya melihat Pak Gubernur memimpin Jakarta itu dengan hati,” lanjutnya.
Gus Faiz mencontohkan sejumlah kegiatan keagamaan yang dilakukan Pemprov DKI, termasuk ziarah ke makam Guru Marzuki dalam rangkaian HUT ke-499 Jakarta serta penyelenggaraan haul ulama dan habaib Betawi.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan MTQ Piala Gubernur 2026 yang menurutnya menunjukkan perhatian Pemprov DKI terhadap kegiatan keumatan dan upaya mendekatkan masyarakat dengan Alquran.
Pembangunan Kantor MUI DKI
Dalam kesempatan itu, Gus Faiz menyebut masih ada satu hal yang diharapkannya dari Pramono, yakni pembangunan Kantor MUI DKI.
Gus Faiz mengatakan dirinya ingin meninggalkan legasi yang bermanfaat selama menjabat sebagai Ketua Umum MUI DKI. Masa kepemimpinannya disebut tersisa sekitar dua tahun atau kurang.
“Tersisa satu, Pak, Kantor MUI. Kalau kantor MUI jadi, ini ceramahnya lebih dari ini, Pak. Jadi saya perlu ngerem sebentar, tinggal kantor MUI,” ujarnya.
Selain pembangunan kantor, Gus Faiz menyampaikan sejumlah program MUI DKI di bidang pendidikan, termasuk Pendidikan Kader Ulama (PKU) dan Pendidikan Dasar Ulama yang diharapkan dapat menghasilkan sarjana setingkat S1 dengan skema double degree.





Komentar (0)