Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 138 mahasiswa dari 37 perguruan tinggi di DKI Jakarta dan Sumatra Barat (Sumbar) resmi dilepas sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sumatra Barat 2026 bertajuk 'Bangkik Basamo Mambangun Nagari' di Universitas Budi Luhur.
Program KKN Tematik ini merupakan bentuk kolaborasi antara LLDikti Wilayah III dan X yang mempertemukan mahasiswa lintas perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Sumbar.
Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Tambunan mengatakan keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Ia mengingatkan agar seluruh peserta agar menjaga kesehatan, keselamatan, serta mampu beradaptasi dengan kehidupan masyarakat di lokasi pengabdian.
“Nikmati setiap proses selama berada di lokasi KKN. Tetap jaga kesehatan, jangan lupa makan meskipun sedang tidak berselera. Berbaurlah dengan masyarakat, hormati adat dan aturan yang berlaku, serta selalu utamakan keselamatan,” kata Henri, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mendokumentasikan lokasi atau aktivitas tertentu tanpa izin sesuai ketentuan yang berlaku.
“Apabila program berjalan dengan baik dan mahasiswa kembali dengan membawa keberhasilan, pengalaman tersebut akan menjadi kesan yang sangat mendalam sepanjang kehidupan mereka,” katanya.
Sementara itu, Rektor Budi Luhur University, Agus Setyo Budi menegaskan bahwa pelepasan peserta bukan sekadar seremoni.
Ia menekankan langkah ini sebagai awal dari pembuktian ilmu yang diperoleh di ruang kuliah mampu diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar momen pelepasan, tetapi momen yang membanggakan. Saatnya mahasiswa membuktikan apakah teori yang diperoleh di ruang kelas dapat diimplementasikan dengan baik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai kolaborasi antara LLDikti Wilayah III dan Wilayah X menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
“Kerja sama ini menunjukkan bahwa persoalan bangsa dapat diselesaikan bersama melalui kolaborasi. Berangkatlah dengan semangat, bekerjalah dengan hati yang tulus, pulanglah membawa pengalaman dan persaudaraan, serta tinggalkan sesuatu yang bermanfaat dan dikenang oleh masyarakat,” pungkasnya.(raa)





Komentar (0)