JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026.
Setelah melemah sejak pembukaan, IHSG semakin terpuruk hingga akhir sesi I perdagangan dengan turun tajam 55,26 poin.
Berdasarkan pantauan Disway, IHSG ditutup pada sesi I di level 6.310,12, atau melemah 0,87 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
BACA JUGA:IAPVC 2026 Genap 35 Tahun, Ajak Kreator Jadikan Foto Satwa sebagai Warisan untuk Jaga Alam Indonesia
Tekanan serupa juga terjadi pada indeks saham unggulan. Indeks LQ45 tercatat turun 5,95 poin atau 0,94 persen ke level 628,17.
Imbas Konflik Timur Tengah
Dalam menanggapi kondisi ini, Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada memaparkan bahwa pelemahan tersebut sendiri turut dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar imbas situasi terkini di wilayah Timur Tengah.
"Sentimen negatif disebabkan belum adanya kejelasan kesepakatan damai antara Iran dan AS," jelas Priyambada kepada Disway, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut pun juga turut mempengaruhi harga minyak dunia, yang kembali melonjak naik hingga mendekati USD 85 per-barel.
BACA JUGA:Tak Perlu Bolak-balik Lagi! MPP Kabupaten Tangerang Siapkan Layanan Publik Terpadu di Cikupa
"Kondisi ini menyebabkan naiknya harga minyak dunia di atas level USD 85 per-barrel," ucap Priyambada.
Harga Minyak Dunia Mendekati USD 85 per Barel
Priyambada mengatakan perkembangan konflik dan ketidakpastian di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga mendekati level USD 85 per barel.
"Kondisi ini menyebabkan naiknya harga minyak dunia di atas level USD 85 per-barrel," ucap Priyambada.
Kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik menjadi perhatian investor karena dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi serta prospek perekonomian global.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)