Pengungsi Konflik di Papua Tengah Lebih dari 5.000 Jiwa, Komnas HAM Dorong Kolaborasi Penanganan

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Arsip. Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Saurlin P. Siagian (kiri) dan Koordinator Subkomisi Penegakan HAM sekaligus Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi (kanan) dalam wawancara cegat di Jakarta, 8 April 2026. (Sumber: Muhammad Rizki/Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, mendorong kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menangani pengungsi akibat konflik di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Saurlin mengatakan situasi keamanan di Papua Tengah saat ini masih dinamis. Konflik disebutnya menyebabkan warga sipil mengungsi ke berbagai lokasi.

"Situasi darurat secara dinamis masih terjadi di daerah tersebut, di mana terjadi penembakan yang mengakibatkan 12 orang meninggal dan ribuan pengungsi menyebar ke berbagai lokasi," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dia menyebut Komnas HAM telah beraudiensi dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta, Senin (10/8/2026). Audiensi ini membahas situasi kemanusiaan dan kebutuhan pengungsi di Papua Tengah.

Baca Juga: Kepala BGN Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan MBG di Papua: Masak Jam 19.30

Dia menekankan identifikasi kebutuhan dan pendataan pengungsi penting dilakukan agar bantuan pemerintah atau pihak lain dapat disalurkan tepat sasaran.

Komnas HAM juga mendorong Kementerian Sosial memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak lainnya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, antara lain pangan, pakaian, dan pelayanan kesehatan.

"Kami memandang penting untuk berkolaborasi dengan Kementerian Sosial dalam penanganan pengungsi di Papua Tengah ini," kata Saurlin, dikutip Antara.

Pada Senin, Saurlin mengatakan, berdasarkan data yang telah dihimpun Komnas HAM, terdapat lebih dari 5.000 pengungsi yang terdampak eskalasi kekerasan di Kabupaten Puncak.

"Versi pemerintah provinsi ada 2.239 (jiwa), versi moderat menurut kami memang bisa lebih dari 5.000-an, nah ini dinamis terus tentunya dan berpencar ke berbagai tempat, keluar dari Kabupaten Puncak," katanya.

Baca Juga: Ibu Hamil Jadi Korban Konflik Papua, Keuskupan Timika Minta Pemerintah Evaluasi Pengerahan Pasukan

 

Saurlin menyampaikan, ribuan pengungsi tersebut membutuhkan bantuan seperti pakaian layak pakai, makanan pokok (sagu, telur, minyak goreng, beras, dll), kebutuhan kesehatan (obat dan pemeriksaan medis), kebutuhan kebersihan, serta hunian sementara.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan kepada 1.013 pengungsi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan pakaian senilai sekitar Rp150 juta.

Agus menyatakan penyaluran bantuan berikutnya membutuhkan usulan pemerintah daerah yang dilengkapi data mengenai jumlah pengungsi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Antara

Tag
  • konflik papua
  • komnas ham
  • pengungsi papua
  • papua tengah
  • pengungsi konflik papua
  • pengungsi di papua tengah
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Agustus 2026 Naik Rp20.000, Buyback Ikut Naik
• 8 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa KKN di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kamar Posko
• 4 jam lalu
0
thumb
Gempa Hari Ini Berkekuatan Magnitudo 4,6 Guncang Bengkulu Selatan
• 9 jam lalu
0
thumb
Residivis Berulah Lagi, Curi Barang Bangunan Rp43,9 Juta Kembali Diciduk
• 11 jam lalu
0
thumb
Rizky Maulana Terpilih Jadi Ketua Umum BMK 1957
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.