SANAA, KOMPAS.TV - Seorang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tewas setelah sebuah kapal komersial menjadi sasaran serangan di perairan Selat Bab el-Mandeb, Yaman.
Berdasarkan laporan media Yaman yang dikutip Anadolu Agency, Selasa (11/8/2026), total tiga awak kapal meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Media Yaman tersebut melaporkan sebuah kapal komersial menjadi sasaran serangan ketika berada di kawasan Selat Bab el-Mandeb.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan tiga awak kapal meninggal dunia, masing-masing dua warga Pakistan dan satu WNI. Namun, informasi lengkap mengenai insiden tersebut belum diketahui.
Laporan yang dikutip Anadolu tidak menjelaskan nama dan jenis kapal, muatan yang dibawa, negara bendera kapal, maupun perusahaan pemilik atau operatornya.
Baca Juga: Milisi Houthi Serang Kilang Aramco dan Pelabuhan di Laut Merah
Kronologi lengkap serangan, lokasi persis kejadian, serta jenis senjata yang digunakan juga belum diketahui.
Houthi, kelompok yang menguasai sejumlah wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, hingga kini belum memberikan keterangan mengenai insiden tersebut.
Insiden di Bab el-Mandeb tersebut terjadi di tengah laporan mengenai meningkatnya aktivitas militer Houthi di sejumlah wilayah Yaman.
Pasukan Perlawanan Nasional (National Resistance Forces) yang dipimpin anggota Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Tariq Saleh, menyebut Houthi menyerang kota Al-Muha di Provinsi Taiz.
Menurut laporan tersebut, serangan dilakukan menggunakan lima rudal balistik dan sejumlah drone. Belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.
Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Yaman, Yemen TV, melaporkan kawasan permukiman di Marib juga menjadi sasaran rudal balistik dan drone yang disebut diluncurkan Houthi.
Baca Juga: Serangan Houthi Tewaskan Sedikitnya 30 Anggota Pasukan Yaman
Laporan tersebut tidak menyebutkan adanya korban jiwa maupun kerusakan material.
Houthi juga belum mengeklaim bertanggung jawab atas serangan di Al-Muha maupun Marib.
Selain serangan rudal dan drone, pertempuran antara Houthi dan pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah.
Stasiun televisi SABA yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman melaporkan pasukan yang dekat dengan pemerintah berhasil menggagalkan upaya penyusupan Houthi di front Al-Qureyfat, bagian timur Taiz.
Menurut laporan yang mengutip sumber militer, sejumlah anggota Houthi ditangkap dalam operasi tersebut.
Perkembangan ini menunjukkan konflik antara Houthi dan pasukan pemerintah masih berlangsung di sejumlah wilayah Yaman, termasuk di Provinsi Taiz.
Baca Juga: Babak Baru Konflik AS-Iran, Arab Saudi hingga Houthi Ikut Terlibat? |SAPA PAGI
Kematian tiga awak kapal dalam insiden tersebut kembali menyoroti risiko keamanan di Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis dunia.
Secara geografis, Bab el-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia.
Selat tersebut menjadi bagian penting dari rute pelayaran antara Asia dan Eropa melalui Laut Merah dan Terusan Suez.
Gangguan keamanan di kawasan Bab el-Mandeb dapat membuat perusahaan pelayaran menghindari Laut Merah dan memilih rute alternatif dengan memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.
Pilihan tersebut membuat perjalanan kapal menjadi lebih panjang dan dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar, biaya asuransi, serta ongkos logistik.
Karena itu, setiap serangan terhadap kapal komersial di kawasan tersebut berpotensi berdampak lebih luas terhadap kelancaran perdagangan internasional.
Ancaman terhadap pelayaran di Bab el-Mandeb juga menjadi perhatian karena terjadi ketika kawasan Timur Tengah menghadapi eskalasi keamanan di sejumlah titik strategis, termasuk Selat Hormuz.
Baca Juga: Gempa 7,4 M Tewaskan 132 Orang di Kolombia, Kemlu Pastikan Semua WNI Kondisi Aman
Kedua selat tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman energi dari kawasan Teluk Persia.
Sedangkan Bab el-Mandeb menjadi jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia dan terhubung dengan rute menuju Terusan Suez.
Jika gangguan keamanan terjadi di kedua jalur tersebut secara bersamaan, dampaknya terhadap pelayaran dan rantai pasok global dapat menjadi semakin besar.
Namun, sejauh informasi yang tersedia, belum ada keterangan yang secara langsung menghubungkan insiden kapal di Bab el-Mandeb dengan eskalasi di Selat Hormuz.
Konflik Houthi dan Pemerintah YamanHouthi menguasai sejumlah wilayah di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, sejak kelompok tersebut merebut sejumlah wilayah strategis pada 2014.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional kemudian mendapatkan dukungan dari koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi sejak 2015.
Baca Juga: Rilis Rekaman! Houthi Klaim Tembak Jatuh Drone Arab Saudi di Yaman | KOMPAS MALAM
Konflik tersebut melibatkan berbagai kekuatan lokal dan regional serta berlangsung selama bertahun-tahun.
Posisi geografis Yaman yang berada di dekat Bab el-Mandeb membuat perkembangan konflik di negara tersebut memiliki konsekuensi langsung terhadap keamanan salah satu jalur pelayaran penting dunia.
Hingga laporan ini ditulis, laporan mengenai kematian satu WNI tersebut belum disertai informasi mengenai identitas korban.
Perkembangan selanjutnya, terutama konfirmasi dari pemerintah Indonesia mengenai identitas dan kondisi korban, akan menjadi informasi penting untuk memperjelas insiden tersebut.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV/Anadolu/Antara
- Bab el-Mandeb
- Houthi
- WNI tewas
- Laut Merah
- Yaman
- Selat Hormuz






Komentar (0)