EO dan MC Konser Dipanggil Polisi Terkait Tantangan Hafalan Al Quran Berhadiah Miras

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan sebuah challenge (tantangan) hafalan Al-Qur’an berhadiah minuman keras di salah satu booth festival musik The Sounds Project di Jakarta Utara, Minggu (9/8/2026).

Video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena dinilai tidak elok dan menistakan agama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, event organizer (EO) dan pembawa acara dipanggil untuk memberikan klarifikasinya hari ini, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 Akan Digabung, Gedung Baru Ditargetkan Rampung Setahun

“Hari ini penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2026).

Polisi juga akan melakukan gelar perkara untuk melihat ada tidaknya unsur pidana. Menurut Budi, masyarakat dibebaskan untuk melaporkan kejadian ini jika merasa dirugikan.

Video yang viral menunjukkan segerombolan orang di depan booth bernama Newport, seperti terlihat pada unggahan @Jakartalk di X.

Seorang perempuan berbaju putih tampak memegang mikrofon sambil melantunkan ayat suci Al-Quran. Setelah selesai, semua orang bersorak.

Unggahan lain oleh sang pembawa acara di Instagramnya, yang kemudian sudah dihapus, menyebutkan bahwa tantangan disampaikan oleh audiens di depan booth produk minuman itu.

“Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu,” tulis Ega dalam unggahannya, Selasa.

Menurut MC bernama Ega itu, pihak brand tidak ada sangkut pautnya dengan tantangan itu karena disampaikan secara spontan oleh audiens.

Baca juga: Kasus Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta Dilimpahkan ke Polda Metro, Puslabfor Masih Olah TKP

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ega pun mengakui kelalaiannya, karena membiarkan audiens mengambil alih tugasnya.

“Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audience tersebut,” sambung Ega.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
3 HP Murah untuk Social Media Specialist, Performa Ngebut dan Harganya Nggak Sampai Rp2 Jutaan
• 19 jam lalu
0
thumb
Pramono soal Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai: Tunggu Keputusan Istana
• 1 jam lalu
0
thumb
Pemulihan Pendidikan Pascabencana, MIN 4 Aceh Tamiang Kembali Layak Digunakan
• 22 jam lalu
0
thumb
Studi: Anak Mencapai Puncak Bahagia saat Dipeluk Ibu dan Bermain dengan Ayah
• 4 jam lalu
0
thumb
Begini Tanggapan Nusron Wahid Soal Isu Reshuffle Usai 17 Agustus
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.