VIVA – Kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi di Hyundai Hillstate membuat persaingan Liga Voli Putri Korea Selatan atau V-League musim 2026/2027 semakin menarik untuk disimak.
Megawati resmi menjadi bagian dari skuad Hyundai Hillstate setelah meninggalkan Red Sparks. Kepindahan tersebut bukan sekadar pergantian klub bagi pevoli asal Indonesia itu, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam urusan pembagian bola dan beban mencetak poin.
Selama memperkuat Red Sparks, Megawati dikenal sebagai salah satu tumpuan utama serangan. Julukan Megatron pun melekat karena kemampuannya menghasilkan poin melalui serangan keras dari sisi kanan.
Namun, situasi yang dihadapi Megawati di Hyundai Hillstate diperkirakan berbeda.
Komposisi pemain yang lebih merata membuat Hillstate memiliki sejumlah opsi untuk membangun serangan. Megawati tidak harus selalu menjadi pemain yang menerima bola terbanyak seperti ketika membela Red Sparks.
Dalam skenario permainan Hyundai Hillstate, Megawati tetap diproyeksikan sebagai salah satu senjata utama di posisi opposite hitter.
Akan tetapi, persentase kontribusi poinnya diperkirakan berada di kisaran 28 hingga 33 persen dari total angka yang dikumpulkan tim.
Angka tersebut lebih rendah dibanding perkiraan beban serangan Megawati ketika masih memperkuat Red Sparks yang berada di kisaran 35 hingga 40 persen.
Penurunan tersebut bukan berarti peran Megawati ikut mengecil. Sebaliknya, distribusi serangan yang lebih merata dapat membuat permainan Hillstate semakin sulit ditebak. Lawan tidak bisa hanya berkonsentrasi menghentikan Megawati karena masih ada sejumlah pemain yang mampu menjadi sumber poin.
Megawati justru bisa mendapatkan keuntungan dari kondisi tersebut. Ketika blok lawan tidak sepenuhnya terfokus kepadanya, ruang untuk melakukan serangan dari sisi kanan akan semakin terbuka.
Hillstate Punya Banyak Pilihan di Lini SerangHyundai Hillstate memiliki sejumlah pemain yang bisa menopang skema serangan sepanjang pertandingan.
Megawati menjadi salah satu opsi utama dari sektor opposite hitter. Sementara itu, Hillstate juga memiliki Jordan Wilson dan Jeong Ji-yoon yang dapat memberikan tekanan dari sisi lain lapangan.
Keberadaan Kim Da-in sebagai pengatur serangan juga menjadi faktor penting.
Kualitas seorang setter sangat menentukan bagaimana distribusi bola dilakukan. Kim Da-in diharapkan mampu membaca situasi pertandingan dan menentukan kapan Megawati harus menjadi tujuan serangan serta kapan bola dialihkan kepada pemain lain.






Komentar (0)