Dasco Pimpin Rapat Bareng Menteri-KPA, Bahas Konflik Agraria yang Mendesak

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat bersama sejumlah menteri dan perwakilan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) untuk membahas persoalan agraria yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan. Dasco menegaskan, penyelesaian persoalan agraria butuh langkah yang tepat dan cepat.

Rapat itu dipimpin oleh Dasco, bersama Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Lalu, hadir pula sejumlah pejabat pemerintahan seperti Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, serta Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan. Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Dasco mengatakan DPR memang telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Agraria. Namun, proses pembahasan di pansus belum menghasilkan banyak hal. Di sisi lain, persoalan agraria di lapangan terus bermunculan dan tidak bisa menunggu penyelesaian dalam jangka panjang.

“Kalau dilihat grand design soal KPA ini tentunya akan memakan waktu yang lama dan panjang. Sementara, Pansus Agraria yang sudah dibentuk DPR itu juga belum bisa menghasilkan banyak,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8).

Karena itu, Dasco berinisiatif mempertemukan kementerian dan lembaga terkait dengan KPA untuk membahas persoalan-persoalan yang membutuhkan penanganan segera.

“Nah oleh karena itu, kejadian demi kejadian di lapangan yang kemudian datang silih berganti, itu juga tidak bisa menunggu dan harus juga cepat diselesaikan,” jelas Dasco.

“Nah oleh karena itu, saya kemudian berinisiatif mengundang kementerian dan lintas kementerian atau lembaga pada hari ini. Gunanya adalah membicarakan beberapa hal-hal yang strategis serta konflik-konflik agraria yang sangat mendesak untuk segera dituntaskan,” sambung dia.

Dasco mengatakan, pembahasan dalam rapat sengaja difokuskan pada sejumlah kasus yang paling mendesak.

“Nah mungkin dari KPA nanti bisa memaparkan, tapi mohon maaf juga kalau karena keterbatasan waktu kita, kita juga batasi mungkin beberapa persoalan yang sangat-sangat mendesak untuk kita segera selesaikan,” katanya.

Ia berharap kehadiran para menteri dan wakil menteri dalam rapat tersebut dapat mempercepat pengambilan keputusan. Menurut Dasco, persoalan yang dibahas dapat langsung dicari jalan keluarnya karena pejabat yang hadir memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

“Mumpung nih ada nih, menteri, wakil menteri yang semua bisa ambil keputusan pada saat ini dan kita bisa ambil keputusannya untuk masalah A, B, C, kita sepakati di sini,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Konflik Agraria di Sumsel, Petani Rela Dibui demi Pertahankan Tanah
• 5 jam lalu
0
thumb
KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana
• 15 jam lalu
0
thumb
Alami Pendangkalan, Air Ranupani Diklaim Cukup Buat Padamkan Kebakaran Bromo
• 2 jam lalu
0
thumb
Erick Thohir Bicara Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Turunkan Kekuatan Terbaik
• 12 jam lalu
0
thumb
Pengungsi Konflik di Papua Tengah Lebih dari 5.000 Jiwa, Komnas HAM Dorong Kolaborasi Penanganan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.