jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina bersuara keras menyikapi peristiwa hafalan Al-Al-Qur’an menjadi bagian promosi atau permainan mendapatkan minuman keras (miras).
"Tindakan yang sangat tidak pantas dan berpotensi melukai perasaan umat Islam," kata Selly melalui layanan pesan, Selasa (11/8).
BACA JUGA: JATMAN Jakarta Desak Polisi Proses Hukum Produsen Miras Newport
Dia mengatakan Al-Qur’an merupakan kitab suci dan memiliki kedudukan yang sangat sakral bagi umat Islam.
Selly mengatakan tidak sepatutnya Al-Qur’an diposisikan sebagai alat promosi atau permainan untuk produk yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
BACA JUGA: Yayasan Konsumen Muslim Indonesia Desak Pemerintah Cabut Izin Edar Miras Newport
"Ketika hafalan Al-Qur’an dijadikan alat untuk mendapatkan minuman keras, ada nilai agama yang diperlakukan secara tidak patut," ujarnya.
Selly mengatakan semua anak bangsa harus membedakan kreativitas dalam promosi dengan tindakan yang justru merendahkan simbol dan kesakralan agama.
BACA JUGA: Gerai Miras Party Station di Lenteng Agung Resmi Tutup Permanen
"Jangan sampai atas nama kreativitas kemudian semua batas diterobos. Kebebasan berekspresi tetap memiliki tanggung jawab sosial dan hukum," katanya.
Selly meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap peristiwa hafalan Al-Qur’an sebagai permainan mendapatkan miras.
"Aparat perlu menilai apakah rangkaian perbuatan tersebut memenuhi unsur pidana yang dimaksud," ujar dia.
Dia menilai penting penegakan hukum bisa dilakukan agar masyarakat tidak main hakim sendiri dari kasus hafalan Al-Qur’an jadi permainan dapat minuman keras.
"Langkah ini agar masyarakat tidak menilai sendiri dan kemudian terjadi penghakiman. Aparat harus turun tangan, periksa fakta, periksa konteks, siapa pembuatnya, siapa penyelenggaranya, apa tujuan dibuatnya, dan bagaimana konten itu disebarluaskan," ujar Selly.
Sebelumnya, heboh video yang memperlihatkan kejadian di stan Newport ketika berlangsung pertunjukan musik The Sound Project.
Tampak, dalam video pemandu acara membuat tantangan melafalkan Surat Ad-Dhuha bagi pengunjung konser untuk mendapatkan sebuah botol.
Seorang pengunjuk wanita terekam melafalkan Surat Ad-Dhuha dari awak sampai selesai dan para pekerja di stan Newport terlihat berjingkrak.
Kemudian, seorang pembawa acara mempersilakan seorang wanita yang mampu melafalkan Surat Ad-Dhuha memilih sebuah botol miras. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)