HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sikap anggota AFC terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terbelah. Ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan keputusan konfederasi.
Sedikitnya 11 negara anggota AFC secara terbuka menyatakan dukungan kepada Infantino. Negara mana saja?
Indonesia menjadi salah satu negara yang lebih dulu menyatakan dukungan kepada Infantino, disusul sejumlah negara Asia lainnya.
Perbedaan sikap tersebut menunjukkan suara AFC belum sepenuhnya merepresentasikan pandangan 47 anggota konfederasi.
Presiden AFC Salman bin Ebrahim Al Khalifa sebelumnya mengambil sikap berseberangan dengan Infantino. Pada Senin (10/8/2026), ia mengeluarkan surat yang meminta Presiden FIFA tersebut meninggalkan jabatannya.
Surat itu juga mendapat dukungan dari UEFA dan CONCACAF. Namun, sikap tiga konfederasi tersebut tidak serta-merta diikuti seluruh negara anggotanya.
Di lingkungan AFC, setidaknya terdapat 11 negara yang secara terbuka berada di belakang Infantino. Mereka adalah Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Sri Lanka, Indonesia, Lebanon, Bhutan, Mongolia, Filipina, Bangladesh, dan Timor Leste.
Indonesia melalui PSSI menjadi negara Asia Tenggara pertama yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Infantino.
Dukungan tersebut antara lain dikaitkan dengan kontribusi Infantino terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Sosok yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA itu dinilai memberikan sejumlah dampak positif bagi sepak bola nasional.
Setelah Indonesia menyampaikan sikapnya, sejumlah anggota AFC lainnya ikut menunjukkan dukungan. Timor Leste kemudian menjadi negara Asia yang paling baru menyatakan dukungan secara terbuka.
Meski demikian, daftar 11 negara tersebut belum tentu menggambarkan keseluruhan peta dukungan Infantino di Asia.
Masih terdapat kemungkinan negara anggota AFC lainnya memiliki sikap serupa, tetapi belum menyampaikannya secara terbuka kepada publik.
Hingga Selasa (11/8/2026), belum terdapat informasi mengenai pertemuan AFC dengan seluruh 47 federasi atau asosiasi anggotanya untuk membahas persoalan tersebut, termasuk melalui pertemuan virtual.
Kondisi ini membuat sikap AFC terhadap Infantino menjadi perhatian. Di satu sisi, pimpinan konfederasi menyatakan penolakan, sementara sebagian anggotanya justru memberikan dukungan kepada Presiden FIFA.
UEFA Berseberangan, CONCACAF TerpecahSituasi di AFC memiliki dinamika berbeda dibandingkan UEFA. Sampai saat ini, tidak ada negara Eropa yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Infantino.
Sementara itu, dari kawasan CONCACAF, Meksiko menjadi negara yang sejauh ini telah mendeklarasikan dukungannya kepada Infantino.
Sebaliknya, sekitar 40 anggota CONCACAF lainnya disebut berada di kubu yang menentang Infantino. Namun, belum dapat dipastikan apakah sikap seluruh anggota tersebut benar-benar seragam.
Perbedaan posisi di antara anggota konfederasi itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai seberapa kuat mandat surat yang dikirim AFC, UEFA, dan CONCACAF kepada FIFA.
Infantino sendiri berpandangan bahwa surat tersebut tidak mencerminkan suara seluruh anggota FIFA. Ia menilai sikap yang disampaikan merupakan keputusan sepihak dari AFC, UEFA, dan CONCACAF.
Dinamika ini membuat persaingan politik sepak bola internasional semakin menarik untuk dicermati. Dukungan terbuka dari sejumlah anggota AFC menunjukkan bahwa posisi Infantino masih memiliki basis pendukung di kawasan Asia.
Dengan komposisi sikap yang belum sepenuhnya terpetakan, perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada langkah masing-masing federasi anggota serta keputusan resmi konfederasi. (*)






Komentar (0)