Kompas di Persimpangan Zaman

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Setiap zaman memiliki persimpangannya sendiri. Ada masa ketika tantangan terbesar perekonomian adalah inflasi. Ada masa ketika dunia sibuk menghadapi krisis keuangan. Hari ini, persimpangannya jauh lebih kompleks. Fragmentasi geoekonomi, transformasi digital, kecerdasan artifisial, aset kripto, risiko siber, perubahan iklim, hingga pergerakan modal lintas negara hadir secara bersamaan.

Dunia tidak hanya berubah semakin cepat. Ia juga menjadi semakin sulit diprediksi. Dalam situasi seperti itu, pendekatan kebijakan yang berjalan sendiri-sendiri menjadi semakin sulit untuk menjawab persoalan yang saling terhubung.

Ketika satu keputusan dapat memengaruhi nilai tukar, likuiditas, sistem keuangan, hingga aktivitas ekonomi secara bersamaan, kebijakan pun membutuhkan cara pandang yang lebih terintegrasi. Di sinilah peran bank sentral menjadi semakin penting.

Dunia Tidak Lagi Berjalan dalam Satu Jalur

Fragmentasi geoekonomi telah mengubah cara dunia berdagang, berinvestasi, dan mengelola risiko. Hubungan ekonomi antarnegara tidak lagi hanya ditentukan oleh pertimbangan efisiensi, tetapi juga oleh geopolitik dan kepentingan strategis. Pada saat yang sama, teknologi menghadirkan perubahan yang tidak kalah besar.

Digitalisasi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. Kecerdasan artifisial mulai memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi. Fintech berkembang semakin pesat, sementara aset kripto dan berbagai bentuk uang digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi sistem keuangan.

Pertanyaannya kemudian menjadi semakin mendasar: Jika bentuk perekonomian berubah, apakah cara menjaga stabilitas juga harus berubah? Jawabannya adalah iya.

Bank sentral tidak dapat hanya melihat satu sisi dari sebuah persoalan. Stabilitas moneter tidak dapat dipisahkan dari stabilitas sistem keuangan. Sistem pembayaran tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi. Risiko keuangan juga semakin berkaitan dengan risiko siber, perubahan iklim, likuiditas, dan perkembangan ekonomi global. Karena itu, kompas kebijakan juga harus semakin lengkap.

Dahulu, pembicaraan mengenai uang mungkin cukup sederhana: uang tunai, simpanan, dan transaksi perbankan.

Kini, lanskapnya berubah. Muncul berbagai inovasi seperti stablecoins, tokenized deposits, hingga wholesale central bank digital currency (CBDC). Sistem pembayaran semakin digital dan terhubung. Batas antara teknologi, keuangan, dan sistem pembayaran menjadi semakin tipis.

Perubahan tersebut menawarkan efisiensi yang besar. Namun di balik peluang tersebut terdapat risiko baru yang harus dipahami. Semakin digital sebuah sistem keuangan, semakin penting pula memastikan sistem tersebut aman, saling terhubung, dan mampu bertahan ketika menghadapi gangguan.

Artinya, transformasi digital tidak cukup hanya dilihat dari seberapa cepat teknologi digunakan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat berkembang tanpa mengorbankan stabilitas.

Empat Arah untuk Menemukan Jalan

Dalam menghadapi perubahan tersebut, Bank Indonesia mendorong penguatan riset bank sentral melalui empat agenda prioritas.

Pertama, memperkuat pemahaman mengenai transmisi kebijakan moneter di tengah fragmentasi geoekonomi. Ketika hubungan ekonomi global berubah, dampak kebijakan moneter terhadap perekonomian juga dapat mengalami perubahan.

Kedua, memperdalam analisis mengenai keuangan digital. Perkembangan sistem pembayaran digital, AI, fintech, aset kripto, hingga berbagai bentuk uang digital perlu dipahami agar kebijakan mampu mengikuti perubahan zaman.

Ketiga, mengembangkan pengukuran risiko sistemik dan pengawasan makrofinansial yang lebih antisipatif. Risiko siber, perubahan iklim, likuiditas, maupun risiko lintas negara tidak lagi dapat dilihat sebagai persoalan yang berdiri sendiri.

Keempat, memperkuat kredibilitas kelembagaan dan komunikasi kebijakan. Sebab dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kepercayaan menjadi salah satu aset paling penting yang dimiliki sebuah institusi.

Empat agenda tersebut mungkin memiliki arah yang berbeda. Namun semuanya menuju tujuan yang sama: memastikan kebijakan tetap relevan, kredibel, dan mampu menjaga stabilitas di tengah perubahan.

Kompleksitas dunia juga membuat satu hal menjadi semakin jelas: tidak ada satu kebijakan yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan.

Kebijakan moneter membutuhkan dukungan kebijakan fiskal. Stabilitas sistem keuangan membutuhkan penguatan makroprudensial. Sistem pembayaran membutuhkan infrastruktur yang andal. Likuiditas perlu dikelola secara tepat. Karena itu, koordinasi menjadi semakin penting.

Dalam menghadapi ketidakpastian global, sinergi antarlembaga bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Masing-masing kebijakan memiliki fungsi berbeda, tetapi harus bergerak menuju tujuan yang sama: menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.

Ibarat sebuah perjalanan panjang, tidak cukup hanya memiliki kendaraan yang baik. Kita juga membutuhkan peta, pengemudi, dan kompas yang mampu menunjukkan arah.

Namun ada satu hal yang dapat kita siapkan. Kompas yang dibangun dari kebijakan yang terintegrasi, riset yang kuat, koordinasi yang erat, dan kepercayaan publik.

Sebab tugas bank sentral bukan meramalkan setiap belokan. Tugasnya adalah memastikan kompas tetap bekerja ketika arah dunia berubah.

Dan di persimpangan zaman, ketika jalan semakin banyak dan peta masa depan semakin sulit dibaca, mungkin itulah bentuk ketahanan yang paling penting: bukan selalu mengetahui ke mana dunia akan pergi, tetapi memiliki kemampuan untuk tetap menemukan arah ketika dunia berubah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
4 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 12 Agustus 2026: Capricorn Dapat Kepercayaan, Gemini Buka Peluang Baru
• 4 jam lalu
0
thumb
KPK Buka Peluang Pemeriksaan Ridwan Kamil Menyusul Penahanan Tersangka Bank BJB
• 53 menit lalu
0
thumb
Daftar 10 Provinsi dengan Tingat Melek Keuangan Terendah
• 17 jam lalu
0
thumb
Cara Daftar Upacara HUT RI di Istana untuk Warga Jakarta dan Sekitarnya
• 5 jam lalu
0
thumb
Advokat Muslim Adukan EO-MC Soal Hafal Quran Hadiah Miras di The Sounds Project
• 53 menit lalu
0
Berhasil disimpan.